Dasar Bodoh #ficlet

Author: Ahnmr|Cast: Nichkhun Horvejkul, Tiffany Hwang, Lee Junho|Genre: Super Cheesy Love Story|Rating: -15|Lenght: Ficlet|Disclaimer: cast belong to God, ideas belong to me

 This story only posted in this blog, thankyou

http://ahnminra.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

“Miyoung-ah,” Tiffany berbalik dan menatap Nichkhun penuh harap, dia menerka-nerka apa yang akan dikatakan Nichkhun. Matanya sembab, Hatinya berdegup kencang, apakah Nichkhun akan mengatakannya sekarang?

Nichkhun menatap Fany penuh kebahagiaan dari tempatnya berdiri, dia mengipas-kipaskan kartu undangan itu,“Aku,,,”

1-1-2013

Pria itu sedang menikmati secangkir susu putih hangat dan melihat keluar jendela cafe. Ini pertama kalinya dia berada di tempat duduk itu dan menikmati minuman favoritnya. Sekarang dia sedang menanti sahabatnya yang berjanji akan bertemu di tempat ini setelah lima tahun berpisah.

Suara Frank Sinatra mengalun di udara. Nichkhun hampir saja tertidur karena mengantuk.Dia baru saja pulang dari Amerika kemarin, dan sebenarnya dia masih lelah sekali. Tapi demi sahabatnya dia rela mengorbankan rasa lelah demi mengobati rasa rindu yang sangat menggigit di dalam dadanya.

30-7-2008

Lima tahun yang lalu Nichkhun dan kedua sahabatnya Junho dan Fany berdiri di depan Cafe ini. Saat itu Cafe ini masih dalam pembangunan. Fany sangat ingin pergi ke cafe itu, tapi Nichkhun dan Junho mungkin tidak bisa menemaninya. Karena dalam beberapa minggu mereka harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan studi. Fany tidak mengetahui akan hal itu sebelumnya. Jadi dia mengatakan “Ayo pergi ke tempat ini jika mereka sudah buka” kata Fany sambil tersenyum penuh angan-angan. Khun dan Junho saling berpandangan, mereka mengangguk dan merangkul Tiffany dan mengajaknya berjalan menjauh dari cafe baru itu.

“Kalian akan membawaku kemana?” tanya Fany penasaran.

Junho dan Nichkhun tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Mereka merasa jika meninggalkan Fany diam-diam mungkin dia akan merasa lebih baik. Tapi Junho ragu, dia tahu jika Fany akan sakit, bila mereka pergi diam-diam tanpa memberitahu Fany. Sedangkan Nichkhun, dia bukan tipe orang yang peka, dan dia tidak ingin menyakiti Fany dengan memberitahunya bahwa minggu depan mereka berdua akan pergi ke Amerika.

“Ikut saja! Aku akan mentraktir es krim sepuasmu deh ” kata Nichkhun sambil akting tersenyum. Junho bergidik ke arah Nichkhun, dia mengerutkan dahinya sambil mengangguk. Tapi Nichkhun malah menggeleng dan berkedip-kedip ke arah Junho.

Junho hanya menggeleng dan mengangguk pasrah.

“Kalian kenapa?” tanya Tiffany sambil mendongakkan kepalanya ke arah Nichkhun dan Junho yang jelas-jelas lebih tinggi darinya.

Junho dan Nichkhun saling berpandangan dan kemudian tersenyum ke arah Fany.

“Tidak apa-apa” jawab Nichkhun sambil tersenyum palsu.

1-1-2013

“Hei!”

Nichkhun sedang bermain dengan ipad-nya saat melihat seorang perempuan dengan pakaian musim dingin yang sangat fashionable. Nafas Khun tercekat, dia tidak percaya yang dilihatnya adalah Tiffany si gadis aneh pecinta baskin robbins.

“Miyoung? Hwang Miyoung? Tiffany?” kata Nichkhun terkejut.

Fany tersenyum simpul dan mengangguk pelan, yang menurut Nichkhun sama sekali bukan Tiffany. “Bolehkah aku duduk?,” katanya pada Nichkhun.

Nichkhun mengangguk dan menunjuk kursi yang ada didepannya. Khun ingin tertawa karena perubahan Fany yang sangat-sangat drastis. Fany yang dia kenal lima tahun yang lalu tidak pernah peduli dengan penampilannya, yang dia pedulikan hanya tabungan untuk membeli es krim dan hang out bersama Nichkhun dan Junho. “Dimana Junho?” kata Fany dengan gaya yang elegan. Khun kaget saat mendengar cara bicara Fany yang benar-benar berubah.

“Dia sibuk dengan pekerjaannya di US, dia hanya titip salam, dan berharap semoga kau tidak marah,” kata Nichkhun sambil tersenyum. “Oh iya, apa kau masih marah padaku dan Junho?” lanjutnya.

“Aku selalu marah pada kalian,”Kata Fany diikuti dengan senyuman geli.

“Jika Junho tidak memberitahumu hari itu, mungkin kita tidak akan bertemu lagi, iyakan?”

Fany hanya mengangguk dalam diam. Sorot matanya dipenuhi dengan penyesalan dan kesedihan. Sepanjang percakapan mereka, hanya Nichkhun yang terdengar bersemangat. Fany sama sekali tidak bisa konsentrasi dengan cerita-cerita Nichkhun. Sedari tadi dia hanya mengangguk dan tersenyum, sesekali tertawa pelan mendengarkan cerita Nichkhun yang lucu. Dia sampai lupa jika dia belum memesan apapun.

9-3-2008

“Kau janji tidak akan memberitahu Khun?” kata Fany pada Junho. Mereka berdua sedang duduk berdua di bawah pohon, menunggu Khun membeli minuman untuk mereka.

“Iya,iya asal kau juga membantuku,”kata Junho sambil menggali lubang hidungnya.

Fany yang melihat kelakuan jorok Junho itu langsung mendamprat Junho sampai terjatuh ke samping. “Kenapa? Tidak berat kok” Junho membela diri.

“Jangan mengupil disampingku, pergi!” Bentak Fany pada Junho.

Dari kejauhan terlihat Khun sedang berjalan ke arah mereka membawakan tiga minuman soda untuk mereka. Junho yang melihat itu langsung bergidik pada Tiffany dia menggerakkan alisnya naik turun dan senyum-senyum “Apa sih yang kau suka darinya? Dia itu hanya Nichkhun” kata Junho.

“ya, karena dia hanya seorang seorang Nichkhun” jawab Fany sambil tersenyum malu-malu.

Junho mengangguk dan tersenyum. Dia baru saja mengalihkan pandangannya ketika dia menangkap wajah cantik Shin Yugyeong.

1-1-2013

“Maafkan aku, aku lupa saking bersemangatnya, seharusnya aku tadi memesankanmu dulu ya? ck” kata Nichkhun sambil menepuk keningnya beberapa kali.

“Tidak apa-apa, lagian aku hanya ingin bertemu denganmu saja kok” kata Fany sambil menyeruput kopinya, tiba-tiba dia ingat jika dia belum menyebutkan Junho, “Dan Junho, tapi dia tidak bisa datang” lanjut Fany.

Fany bersyukur karena Nichkhun bukanlah orang yang peka. Jadi dia tidak perlu khawatir jika Khun akan salah pengertian. Namun perkiraannya salah, Khun sebenarnya merasa sangat-sangat bahagia ketika mendengar hanya dia yang disebut, namun dia tidak boleh terlalu banyak berharap soal itu. Fany hanya melihatnya sebagai sahabat, tidak lebih.

Tiba-tiba ponsel Fany bergetar dari dalam tasnya. Dia segera mengambilnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Fany ingin sekali mengabaikannya tapi dia tidak bisa. Dia harus mengangkatnya jika tidak mau kena masalah.

“Khun, aku ke kamar mandi dulu” kata Fany pada Nichkhun.

Khun mengangguk dan Fany pergi ke kamar mandi sambil membawa tas-nya. Saat Fany pergi ke kamar mandi, Khun mengeluarkan sebuah cincin. Dia berencana ingin mengatakan pada Fany soal perasaannya selama ini dan melamarnya.

Dia segera menyembunyikan cincin itu di kantong celananya ketika Fany berjalan ke arahnya, dan tersenyum ke arah Tiffany. Fany berdiri disampingnya dengan canggung.

“Aku harus segera pulang” kata Fany dengan nada yang bergetar.

“Secepat itukah? Tapi,,”

Tiffany mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menyodorkannya pada Nichkhun. Benda itu hanyalah sebuah kertas sederhana, sebuah undangan pernikahan.

Khun terpaku, saat menerima kertas itu dan membacanya dengan seksama. Dia tidak ingin percaya dengan apa yang dilihatnya. Setelah membacanya, seketika tubuhnya lemas.

“Aku pergi” kata Tiffany sambil berjalan keluar dari cafe.

Nichkhun terlanjur larut dalam kekecewaannya. Harapannya pupus, semua usaha menjaga perasaannya kini sia-sia sudah. Tidak ada kesempatan lagi baginya untuk melangkah. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya sekarang. Semuanya sudah terlambat, dia tidak akan mendapatkan Tiffany untuk selamanya.

Khun melipat undangan itu pelan-pelan dan memakai tas punggungnya. Setelah membayar bill, dia segera keluar dari cafe itu dan memanggil Tiffany, dia berusaha untuk tersenyum dan terlihat percaya diri seperti biasanya.

“Miyoung-ah,” Tiffany berbalik dan menatap Nichkhun penuh harap, dia menerka-nerka apa yang akan dikatakan Nichkhun. Matanya sembab, Hatinya berdegup kencang, apakah Nichkhun akan mengatakannya sekarang?

Nichkhun menatap Fany penuh kebahagiaan dari tempatnya berdiri, dia mengipas-kipaskan kartu undangan itu,“Aku,,,”

“Aku pasti datang!,” kemudian dia ingat sesuatu “Aku lupa mengucapkannya padamu,,” Nichkhun berjalan kearah Tiffany sambil mengeluarkan cincin dari kantong celanya. Nichkhun meraih tangan kanan Tiffany dan memberinya cincin itu “Selamat Tahun Baru, Aku harap,,”

Nichkhun menelan ludah dan menahan tangisannya agar tidak meledak dengan senyumannya“Kau bahagia”

Dia segera berbalik dan pergi meninggalkan Tiffany.

“DASAR BODOH!!!!” teriak Fany sambil menangis.

Khun tidak peduli lagi, dia harus pergi dan meninggalkan impiannya yang baru saja hancur. Dia harus mencari mimpi baru. Dia tidak boleh terjebak dalam masa lalu yang sama sekali tidak pasti.

“Aku tahu” kata Nichkhun lirih sambil sesenggukan.

***

“Sebenernya cerita ini udah dibikin lama (sebelum capung biru) tapi baru di posting sekarang, soalnya baru mood nglanjutin tadi, dan malah jadi nggak jelas banget, maafkan saya karena bahasanya nggak enak (pas bikin udah ngantuk) dan terkesan cheesy gitu, dan pastinya banyak typo, atau ceritanya nggak nyambung (udah pasti) ntar kalo sempet bakal di edit

+no poster again

Leave a comment or like, if you care

Thank you!

Himrasaki!!”

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

One thought on “Dasar Bodoh #ficlet”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s