Karma #Ficlet

(it should be a poster)

author: Ahnmr|cast: Do Kyungsoo, Lee Jieun|Genre: Super Chessy Love Story|Rating: Di bawah 15 tahun nggak boleh|Lenght: Oneshoot| Disclaimer: Is just slash in my head, cast belong to god|You better listening to Gotye -Somebody I Used To Know when read this story

this story only posted in this blog, thankyou

“DIAMLAH! AKU HARUS BERPIKIR!” Bentakku pada Kyungsoo waktu itu. Aku tidak habis pikir bagaimana aku bisa berteriak seperti itu padanya. Padahal dia tidak melakukan sesuatu yang salah. Yang dilakukannya hanyalah, menjadi kekasih yang baik. Sedangkan aku,, Aku sangat jahat padanya, aku tega bermain di belakangnya.

“Maafkan aku,, aku hanya mencoba menghiburmu” katanya dengan nada pelan dengan penuh rasa bersalah. Jika mengingat hal itu aku ingin menangis dan melemparkan diriku ke tempat sampah.

Aku menyeringai ke arah Kyungsoo yang masih menatapku penuh harap. “Kau pikir apa yang kau lakukan itu benar?” kataku padanya dengan nada sarkastis. Bukannya melangkah mundur, Kyungsoo malah berjalan satu langkah mendekatiku. “Jadi aku mengganggumu?”

“Ya! Bisakah kau diam dan duduk?” kataku setengah membentak.

Kyungsoo tersenyum padaku dan mengangguk dengan penuh kesabaran. Saat itu aku sudah termakan emosi sesaat yang entah datang dari mana. Jika aku bisa kembali ke masa lalu aku ingin berkata pada Jieun bodoh itu untuk segera sadar jika tidak ada laki-laki sebaik Kyungsoo di dunia ini.

“Kyungsoo!” Aku berdiri dan mendekati Kyungsoo yang duduk di sofa sambil bermain rubik milikku. Dia langsung meletakkan rubik itu di meja dan berdiri berhadapan denganku. “Aku pikir lebih baik kita menjadi teman saja” kataku dengan penuh tekad dan nada yang kutekan agar tidak terdengar begitu buruk.

“Teman? Jika aku boleh tahu, kenapa tiba-tiba seperti ini?” katanya sambil tersenyum. Aku menelan ludah dan membuang muka dari Kyungsoo. lalu dengan hati yang dipenuhi rasa egois itu aku melirik tajam ke arah Kyungsoo. “kau tidak perlu tahu kenapa, aku hanya ingin menjaga jarak darimu untuk beberapa saat” kataku dingin.

“Jika kau ingin seperti itu, aku bisa menjauh darimu untuk beberapa hari, tapi, bukan berarti ini sampai di sini sajakan, Jieun-ah?”

“Apa kau tidak mengerti?” Sergahku. Kulihat mata Kyungsoo membesar karena kaget dengan reaksiku yang terlihat seperti macan. “Pergi! Aku tidak ingin mendengar sepatah kata darimu lagi,, dan kita putus, Iya! Kita putus”

Kulihat raut kekecewaan yang tergambar di wajah Kyungsoo. Tapi tentu saja dia akan mencoba menyembunyikan perasaannya itu lewat senyuman yang jika aku mengingatnya lagi aku merasa sangat menyesal.

Dia membungkuk padaku  dan keluar dari apartemenku, tanpa sepatah kata apapun.

““““`

Aku sengaja mencoba kehilangan kontak dari Kyungsoo selama lima bulan. Melihatnya lagi adalah hal yang sangat menyakitkan bagiku.

Malu, merasa bodoh dan menyesal adalah perasaan yang aku rasakan jika melihat lagi sosok itu. Sosok laki-laki dengan penuh semangat dan kesabaran. Bodohnya aku bisa kehilangan kekasih setia seperti itu. Hanya karena nafsu sesaat.

““““`

“Jadi bagaimana? Kau memilihku atau laki-laki bodoh itu?” Jika saat itu aku sesadar sekarang, aku mungkin akan menonjok mulut laki-laki itu, karena telah mengejek Kyungsoo dengan bodoh. Kyungsoo tidak bodoh, IP-nya saja 3,9.

Tapi karena saat itu aku bodoh dan diselubungi perasaan yang menggebu-gebu karena ada cowok keren dan tinggi yang mengajakku turun ke lantai dansa. Kyungsoo tidak pernah mengajakku ke tempat seperti itu, dia bilang tempat seperti itu tidak sehat dan tidak baik untuk bergaul.

Aku sebal saat dia bilang begitu. Jadi aku bersama teman-temanku nekat pergi ke club untuk bersenang-senang dan, beruntung aku bertemu dengan cowok keren.

“Ya, aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengannya” kataku sambil tersenyum lebar ke arah laki-laki bernama Kim Taeho itu.

““““

“Jadi itu alasanmu?” kata Kyungsoo dengan nada kecewa padaku. Aku hanya diam saja dan membuang muka dari Kyungsoo. “Jieun, kau tidak mau mengatakannya padaku?” Kyungsoo meraih bahuku dan memaksaku agar melihatnya. “Jujur saja padaku” Tatapan itu, tatapan yang selalu membuatku merasa bersalah. Matanya yang memancarkan kesabaran. Aku tidak mengerti kenapa aku tetap saja diam dan tetap kukuh bahwa yang kulakukan tidak salah.

“Iya, dia alasannya, kenapa? masalah buatmu?” Kulihat Kyungsoo tersenyum getir dia mengangguk dan melepaskan tangannya dari bahuku.

“Baiklah,,, semoga kau bahagia dengannya, aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu” Dia mengatakannya dengan nada bergetar. Jika saat itu aku menjadi Kyungsoo mungkin aku akan marah dan mengutuk-ngutuk Jieun. Tapi kenapa dia tidak?

Aku melihat Kyungsoo yang terlihat sangat buruk itu. Saat itu juga, kurasakan keraguan di hatiku. Apakah yang kulakukan adalah benar?

““““

Kulihat diriku sendiri di kaca. Wajahku sangat lusuh dan sangat buruk. Aku  tahu jika aku pasti sedang terkena karma. Aku memang pantas mendapatkannya.

““““

Hari itu aku sedang ke salon bersama teman-temanku. Awalnya aku minta Taeho untuk mengantarkanku, tapi dia bilang dia sangat sibuk dan tidak bisa menemaniku. Ya sudah dari pada aku tidak jadi, aku mengajak teman-temanku yang kebetulan juga ingin ke salon.

Jadi aku pergi ke salon dan bertemu dengan Taeho di depan salon. Dia tidak sendirian, dia bersama seseorang wanita yang terlihat sangat elegan. Aku tidak bisa percaya begitu saja, begitu juga dengan teman-temanku.  Aku yang memang tipe kekanak-kanakan dan suka gegabah berlari ke arahnya dan langsung menyemprotnya

“OPPA!!” Bentakku.

Bukannya dia kalang kabut, dia malah melihatku dengan tatapan Kau-ini-siapa-ya? yang sangat menyebalkan. Apalagi wanita yang sedang bersamanya terlihat kaget dan takut. Seakan-akan aku ini anak liar

“Taeho siapa gadis ini?” Bingo! Dia benar-benar Taeho. Dan wanita itu terlihat sangat menyebalkan.

“Entahlah, aku juga tidak kenal” kata Taeho enteng.

“APA KATAMU???!!!” teriakku. Belum jadi marah-marah dan minta putus. Teman-temanku malah membekap mulutku dan menyeretku pergi. Sial!!! Ternyata dia memang playboy. Huh! Aku sungguh menyesal sekarang.

““““

Aku menangis sehari semalam bukan karena aku sedih jika Taeho hanya mempermainkanku. Aku memang sudah merasakannya dari awal jika laki-laki seperti dia bukan tipe orang yang setia. Tapi dari penampilannya dia memang pantas untuk dibanggakan dan aku berani bertaruh jika dia mempunyai banyak pacar lain.

Baiklah, aku mengakuinya,, aku menyesal jika aku telah memutuskan Kyungsoo.

Jadi malam kedua setelah aku mengetahui jika Taeho memang tidak baik untukku, pikiranku dipenuhi oleh Kyungsoo dan Kyungsoo. Berkali-kali aku menimbang-nimbang apakah aku akan menelpon Kyungsoo atau tidak. Aku sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya semenjak putus lima bulan yang lalu, aku mengganti nomorku karena dia terdengar sangat menyebalkan.Bahkan saat di kampus, dia yang mencoba ramah padaku tetap kudiamkan dan aku memperlakukan Kyungsoo seakan-akan tidak pernah mengenalnya. Beberapa temanku mengatakan padaku jika sikapku sangat jahat dan tidak punya hati. Saat itu aku masih dibutakan oleh Taeho yang ternyata hanya seorang playboy itu.

Apakah aku harus menelponnya? Aku sangat malu dan merasa bodoh sekarang. Dan hanya Kyungsoo yang pernah membuatku merasa begitu.

Aku telah bodoh karena dengan begitu mudahnya melupakan kebersamaanku dan Kyungsoo selama 3 tahun dan membuangnya demi seseorang bernama Kim Taeho. Aku mengingat lagi saat bertemu dengannya pertama kali. Saat itu aku dan dia masih dalam masa OSPEK dan dia berada di sebelahku.

““““

Dia selalu memandangku diam-diam dan aku juga mencuri-curi pandangan. Lalu akhirnya kami saling tertangkap basah. Dan kami saling tertawa pelan. Sepulang dari Ospek ,Kyungsoo berlari ke arahku dan menanyakan namaku.

“Aku Do Kyungsoo, dan kau?” katanya sambil tersenyum.

“Lee Jieun” jawabku malu. Kulihat dia meloncat-loncat seperti orang kesurupan setelah itu dan mendekatiku lagi.

“Terimakasih! Jieun-ah, Terimakasih sungguh” Kyungsoo terlihat sangat lucu, pakai membungkuk segala dan dia berlari keluar gerbang.

“““`

Dengan tekad dan keberanian tanpa batas, aku menelpon Kyungsoo!!

“Halo?” kata Kyungsoo dari sisi lain telepon. Tiba-tiba semua keberanianku membeku dan seluruh tubuhku membatu, bibirku terkunci. “Halo” kata Kyungsoo lagi. Akhirnya kuberanikan diri untuk bicara.

“Kyungsoo,,”

“Apa,,,,,, ini Jieun? Ini benar-benar Jieun?” Kyungsoo yang terdengar sangat kaget.

“Kyungsoo, aku merindukanmu” kataku tiba-tiba, Air mataku menetes dan terjatuh ke bantal.

“Jieun, apa kau menangis?”

“Kyungsoo aku sangat merindukanmu, aku ingin bertemu denganmu, aku benar-benar merindukanmu” Tangisanku bertambah keras. Dan suaraku terdengar seperti rengekan anak kecil. Tidak terdengar sepatah katapun dari sisi lain telepon. Saat kulihat handphoneku. Ternyata panggilan telah selesai.

Huuuuu!!! Jahat sekali. Rasanya sakit sekali, apa ini hal yang dirasakan Kyungsoo saat tidak kupedulikan?

Aku menangis tersedu-sedu sambil memeluk boneka yang baru saja kusadari jika boneka itu adalah boneka yang dimenangkan Kyungsoo untukku saat festival musim panas. Tangisanku bertambah keras seiring aku sadar jika kebanyakan benda yang ada di kamar apartemenku adalah benda yang kubeli bersama Kyungsoo atau pemberian Kyungsoo.

Treett!!Treett!!

Huh! Kenapa ada tamu segala sih malam-malam begini, apalagi aku sedang galau seperti ini.

Aku mencuci mukaku di dapur dan berjalan membuka pintu.

“Kyungsoo?” Kulihat Kyungsoo berdiri di depanku sambil tersenyum. Tanpa basa-basi aku langsung memeluknya dan menangis sekeras mungkin. “Aku merindukanmu, Aku sangat merindukanmu!” kataku berkali-kali.

Kurasakan tangan Kyungsoo juga memelukku dan menenggelamkanku ke dalam pelukannya yang hangat. “Aku juga merindukanmu” kata Kyungsoo. Aku masih menangis, tapi aku tidak mengerti kenapa aku menangis pokoknya aku menangis.

Kyungsoo mengajakku pergi ke taman yang ada di depan apartemenku. Aku meminta maaf tanpa henti dan masih sesenggukan. Padahal Kyungsoo sudah berkata padaku untuk melupakannya. Dia tahu jika saat itu aku tidak berpikir panjang. Aku hanya bisa tertawa jika Kyungsoo mengatakan soal aku waktu itu.

“Maaf, aku benar-benar minta maaf, tidak seharusnya kau memaafkanku” kataku lagi.

“Ssstt,, “ kata Kyungsoo sambil menutup bibirku dengan jari telunjuknya.

“Apa kau mencoba jadi romantis?” kataku sarkastis.

Kyungsoo tersenyum dan menggeleng. “Aku memang romantis” katanya sambil menatapku jahil.

“Tunggu, kau mau melakukan sesuatu padaku?“

Kyungsoo hanya mengangguk dan tanpa izin dariku, dia merapatkanku ke sebuah pohon. Aku kaget karena sebelumnya Kyungsoo tidak pernah mencoba menggodaku seperti ini, karena dia sama sekali bukan orang romantis. Tapi malam ini dia terlihat  sangat berbeda.

Dia menatapku dengan hangat, dan aku sendiri tidak tahu ekspresiku. Apakah terlihat bodoh atau biasa saja? Tanganku terkait ke tangannya dan jantungku berdetak sangat cepat.

“Apa kau masih mencintaiku?” kata Kyungsoo.

“Aku,, aku tidak tahu” kataku gugup. Kyungsoo malah tersenyum dan mendekatkan wajahnya lagi ke wajahku. “Apa yang harus kulakukan?” kataku lirih agar dia tidak mendengar betapa hebohnya aku.

“katakan saja jika kau mencintaiku!” Kyungsoo berbisik di telingaku.

“Aku mencintaimu, Kyungsoo” Aku gugup sampai-sampai aku sendiri meleleh.

Kyungsoo menciumku. Kurasakan jantungku berpacu sangat kencang, tapi aku tidak peduli. Aku bersama Kyungsoo sekarang dan aku mencintainya. Namun aku merasa ragu dan mendorongnya pelan agar menjauh dariku. Aku menatap matanya yang berbinar-binar dan terlihat lelah.

“Aku mencintaimu” kataku lagi.

“itu yang ingin kudengar, bukan kata maaf lagi” Kyungsoo tersenyum padaku.

“““`

Kekhawatiran memuncak di dalam dadaku. Aku takut jika sesuatu yang lebih buruk terjadi pada Kyungsoo. Ini karena kebodohanku yang membiarkan Kyungsoo bertingkah aneh-aneh. Dan sekarang dengan tangisanku itu, aku hanya bisa menerima jika Kyungsoo menjadi korban tabrak lari malam itu.

Dia dilarikan ke rumah sakit seketika itu juga, dan sekarang masih harus berasa di ruang gawat darurat.

Aku sudah menunggu sampai pukul 2 pagi di rumah sakit. Tapi aku tetap saja belum bisa mengantuk ataupun merasa lelah. Kejadian saat Kyungsoo tertabrak masih terus berputar dikepalaku. Dan aku merasakan kengerian itu.

Dokter berkata padaku jika Kyungsoo harus dirawat di rumah sakit sampai dia bangun dari koma. Terlalu banyak darah yang keluar, sehingga Kyungsoo kehilangan kesadaran. Dan dokter bilang padaku jika akan menghubungi keluarga Kyungsoo. Dan menyuruhku untuk segera pulang.

Aku selalu menyempatkan waktuku untuk menjenguk Kyungsoo yang tidak kunjung sadar setelah, sekitar dua hari. Sepertinya aku terlihatseperti orang gila karena mengajak Kyungsoo terus berbicara. Mungkin itu akan membuatnya cepat sadar.

Saat aku sedang mengajaknya bicara tentang teman-teman yang sudah merindukannya. Jarinya bergerak dan aku sangat senang. Aku segera memanggil suster dan menelpon kakek Kyungsoo.

“““

Kyungsoo dikatakan sadar. Tapi bagiku tetap saja Kyungsoo belum bangun dan masih terkubur di suatu tempat di dalam ingatannya.

Dokter mengatakan pada kakek Kyungsoo jika Kyungsoo mengalami amnesia. Yang kulakukan hanya bisa menangis dan berdoa.

Siang itu aku mengunjungi Kyungsoo dirumah kakeknya. Dia terlihat sehat dan segar, kakek bilang padaku untuk bersabar dengan Kyungsoo. Karena dia cukup sensitif, dan dia butuh bantuan untuk mengingat banyak hal pelan-pelan. Aku mangangguk dan tersenyum.

Aku mendekatinya yang masih berdiri di balkon rumahnya sambil melihat pemandangan.

“Kyungsoo” kataku pelan. Dia berbalik dengan ragu, dan menatapku tajam.

“Siapa kau?”

Mendengar kata-kata itu, rasanya aku ingin menangis, karena aku pernah berkata seperti itu pada Kyungsoo secara sengaja. Dan mendengarnya berkata begitu padaku. Sekarang aku jadi mengerti perasaan Kyungsoo saat aku berkata seperti itu padanya.

Aku menatapnya dan merasakan sesuatu seperti pertama kali saat menatap Kyungsoo seperti ini. Aku merasa jika dia ingin mengenalku lagi.

-end

ini ff udah lama banget,, bikinnya 2012, waktu pas liburan habis lulus kayaknya, entah kenapa couple-nya random banget, judulnya nggak banget, bahkan ceritanya sangat murahan. tolong kritik dan saran, terimakasih~

HIMRASAKI!!

30 1 2012

dulu ff ini berjudul win win, karena saya rasa judulnya terlalu jelek, hahaha

im still ahnmr i used to be

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

3 thoughts on “Karma #Ficlet”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s