Undescribe #ficlet

Author: Ahnmr|Cast: Lalice Manoban (YG Trainee?), Kim Jongin (EXO) Bae Suji (Miss A) cameo|Genre: Life|Rating: -15|Lenght: Ficlet|Disclaimer: This Story is made by me: Ahnmr| thank’s to RM Cabe and @ShofiaFatma

 this story only posted in this blog,thankyou
http://ahnminra.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Musik itu menggelitik tubuhku, membuatku ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan sialan ini dan menggerakan tubuhku dengan bebas. Namun sepasang mata elang itu terus mengawasi gerak-gerikku. Dan karena air mukanya yang sangar dan dingin, aku terpaksa menahan diri untuk tidak bergerak seenaknya.

Beberapa saat setelah dia pergi ke dapur. aku masih bertahan dengan gerakan menyapuku yang aneh. Sejujurnya aku tidak berbakat menyapu, dirumah aku terbiasa hidup dengan dimanjakan. Dan pekerjaan pelayan macam ini sama sekali tidak cocok denganku dari awal sampai akhir. Ditambah lagi manajer menyebalkan, super galak yang terus memarahiku karena kesalahan-kesalahan kecil yang kuperbuat. Dia membuatku semakin yakin bahwa aku tidak terlahir untuk pekerjaan semacam ini

“Lalice!” aku menoleh ke sumber suara dan melihat Suji tersenyum padaku sambil membawa tas punggung kecil berbentuk domo.

“Kau, kau mau pulang?” kataku sambil menautkan kedua alisku.

Suji mengangguk dan tersenyum pamer. “Tentu saja, aku duluan ya”

Aku mengangguk dengan tatapan datar. Sungguh tega dia, jika yang lain juga izin pulang lebih awal, maka aku akan sendirian bersama manager gay itu. Oh Tuhan, bisakah hariku menjadi lebih buruk?

Hujan mengguyur kota Seoul tanpa belas kasihan. Dari jam tujuh malam sampai pukul sembilan malam kurang sepuluh menit, hujan masih senantiasa menjebakku di dalam cafe bersama beberapa pelanggan dan si manager. Manager membaca majalah di kantornya yang ada di dekat dapur. Kantor itu awalnya tidak ada. Kantor itu ada semenjak aku datang ke Cafe ini. Karena kedatanganku merupakan masalah, jadi untuk memastikan bahwa aku tidak jadi seorang perusak lagi. Manager turun tangan dan memindahkan kantornya ke sana.

Dia duduk ,meletakkan kakinya diatas meja dengan gaya like a boss, membaca sebuah majalah tentang makanan ditemani secangkir kopi hitam pekat yang diletakkan diatas meja kerjanya. Jika dia bukan gay mungkin aku akan naksir. Tapi karena dia gay, harapanku itu luruh ke tanah dan tidak pernah terbentuk lagi. Sebenarnya isu itu hanya berkembang ditengah-tengah pelayan saja, tidak banyak yang tahu, karena itu dapat merusak reputasi Manager. Namun sebenarnya aku belum tahu kebenaran tentang berita itu. Tapi jika dilihat-lihat dari penampilannya dia memang seperti gay.

Satu per satu pelanggan pergi ,menyisakan cangkir-cangkir setengah kosong atau yang benar-benar kosong. Aku memungutinya dan mencucinya di wastafel dapur, kemudian menata mereka dengan rapi  di rak yang bersih.

Aku melirik ke arah manager yang masih serius berkutat dengan bacaannya. Padahal ini sudah satu jam semenjak aku terakhir kali melihat jam.

Aku melepaskan celemek hitam yang sedari tadi terikat dipinggangku dan menggantungkannya di gantungan celemek yang diatasnya terdapat namaku ‘Lalice’. Kemudian aku mendengar suara pintu tertutup dan aku segera menyembunyikan senyumku konyolku karena bangga akan nama yang tercantum digantungan itu.

“Lalisa, kau bersihkan seluruh ruangan, dan setelah itu kunci cafenya”

Lalisa. Dialah satu-satunya orang yang memanggilku Lalisa. Padahal aku lebih suka dipanggil Lalice. Lalu, Manager melemparkan sebuah kunci padaku.

“Baik, Pak Manager” kataku sambil menangkap kunci itu.

Akhirnya dia melangkah pergi. Dan aku bisa melakukan apapun yang ingin kulakukan. Aku menunggu seperkian detik sampai terdengar suara dentingan bel, yang artinya Manager sudah benar-benar pergi dari cafe ini.

“Let’s get party started” gumamku sambil tersenyum licik

Dimulai dengan menyetel radio keras-keras. Mencari lagu-lagu dance yang asyik dan mulai menyapu dengan gila-gilaan. Aku menari kesana kemari dan melatih gerakan-gerakan yang kupelajari dari guru tari baletku. Selain tarian balet, aku juga mencampurkannya dengan elemen-elemen hiphop yang membuatnya jadi lebih asyik. Jika saja aku bisa, aku ingin mencoba jazz. Namun aku belum begitu mengerti dan bisa meresapinya. Karena aku belum bisa jadi sebebas itu.

Keringat sudah mulai membasahi kaosku namun aku belum begitu lelah. Aku masih sibuk menari sambil menyapu. Jadi lelah bukanlah alasan kuat untuk berhenti. Sampai aku tidak sengaja tersandung kaki kursi dan merasakan tubuhku melayang dan akan membentur lantai dalam hitungan detik.

Namun seseorang menangkap tubuhku, menahanku untuk tidak jatuh dan membantuku berdiri lagi. Dia meraih jemari tanganku dan membuatku berputar dibawah tangannya. Aku melihat wajah datar itu, rambutnya hitam yang basah, dan kemeja putih yang dikenakannya basah kuyup hingga terlihat melekat pada tubuhnya.

Manager Kim membuat nafasku tertahan.

“Jadi, ini yang kau lakukan saat sendirian di cafe, tidak heran jika banyak sekali barang yang rusak” Manager Kim tertawa pelan.

“Manager,,” aku tidak bisa berkata-kata. Perasaan campur aduk antara kaget, bingung, jijik,takut dan senang. Mana yang sebenarnya lebih kompleks?

***

“Maafkan saya karena posting cerita gaje lagi, dan nggak segera posting capung biru #kayak ada yang nunggu aja#. cerita ini saya bikin waktu saya lagi ngambek sama kakak saya, jadi maaf kalo misalnya ada typo dan banyak cara penyampaian yang nggak benar, well couple-nya juga random banget, nggak ada poster-nya pula, ya maafkan saya.

leave a comment or just like, if you care

Thank you, Have a nice day readers

Himrasaki!!!”

24 januari 2012

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s