Something That You Forget #Ficlet

(memang nggak ada posternya)

Author: Ahnmr|Cast: Lee Jonghyun (CNBLUE), Im Yoona (SNSD)|Genre: Marriage life, Romance | Rating: 15 (anak bau kencur nggak boleh)| Lenght: Ficlet| Disclaimer: All cast belong to God, the idea was me. ceritanya gaje, maafkan.

This story only posted in this blog, thankyou *bow

Aku melihatnya dari jendela kamar, dia tengah sibuk bercengkrama dengan tanaman-tanaman tak terurus yang ada di taman belakang rumahku. Sudah berapa lama dia berada di sana? Aku saja baru bangun, tapi dia sudah berada di sana lengkap dengan aksesoris berkebun, kapan dia bangun kalau begitu?

Dan dia tersenyum ke arahku, melambaikan kaos tangannya yang kotor terkena tanah.

Aku membuka jendela kamar dan tersenyum ke arahnya “Rajin sekali” kataku. Dia melengos dan kembali fokus pada pekerjaannya. “Mau kubantu?” tanyaku.

“Tidak, kau kembali tidur saja, lagipula kau tidak suka dengan hal-hal yang kotor dan jorok, iyakan?” katanya meremehkan.

Aku memutar bola mata dan menutup kembali jendela kamarku. Kemudian berjalan mengambil jaket tipis yang tergeletak di tempat tidurku dan keluar dari kamar.

Kopinya tumpah sedikit ketika aku menaruhnya di meja yang ada di taman. Setelah itu aku duduk di kursi, sambil memperhatikannya bekerja keras merapikan taman.

“Lee Jonghyun, daripada kau diam seperti itu, bukankah lebih baik kau membantuku?” katanya kesal sambil melemparkan tatapan mengancamnya yang sama sekali tidak mengancam untukku.

Aku menghela nafas dan tersenyum picik ke arahnya “Bukankah kau tadi bilang tidak butuh bantuan”

Yoong berdecak kesal dan meneruskan pekerjaannya dengan bersungut-sungut. Hal itu membuat hatiku sedikit tergerak, jadi aku berjalan mendekatinya dan berjongkok di sebelahnya. Aku melirik ke arahnya dan tersenyum. “Bukankah kau jadi lebih semangat jika ada aku disini?” kataku. Yoong menusukku dengan tatapan sengit, kemudian dia membuang muka dan pura-pura menghiraukanku, lalu memberi pupuk pada tanaman yang ada di depan kami dengan hati-hati. Aku hanya terdiam memperhatikannya dengan seksama sampai-sampai mataku perih. “Kau tidak lelah?” kataku.

“Memangnya aku sepertimu” katanya ketus.

Aku meletakkan kepalaku dibahunya, dan dia menghentikan pekerjaannya. “Jonghyun-ah,” tegurnya pelan.

“Hmm..” sahutku.

“Kau menggangguku”protesnya.

“Aku tahu, makanya kau diam dulu agar tidak terganggu,”kataku sambil mengubah posisiku jadi duduk. “Yoong, kau tahukan jika aku mencintaimu, jadi kau tidak perlu bertanya apa kesalahanmu pagi ini”

Yoona mengerutkan keningnya, dia terdiam untuk sesaat, berpikir dengan keras sampai dia melirikku lagi dengan tajam “Apa yang kau bicarakan?” katanya.

Aku melepaskan kaos tangan Yoona dan menggenggam tangannya. Aku menatapnya hangat dan tersenyum tipis. “Kau benar-benar lupa?” kataku meyakinkan.

Bukannya Yoona mendapat petunjuk, dia malah tambah bingung. Hal itu terbukti dari kerutan dikeningnya yang semakin bertambah. “Aku benar-benar membencimu jika kau lupa”

“Lee Jonghyun, jangan membuatku bingung seperti itu” keluhnya.

“Hmm,,” aku mendekatkan wajahku pada Yoona sampai hidung kami bersentuhan. “Masih lupa?” bisikku.

Yoong semakin terpaku, matanya melebar saat aku seperti itu. “Ingat-ingat deh!” suruhku.

Aku tersenyum mengejek dan pergi meninggalkannya. Lalu berjalan ke arah meja taman tadi dan duduk disana seperti bos yang tengah mengawasi pekerjanya.

“Ya! Lee Jonghyun, bukankah kau seharusnya pergi ke rumah Ayah hari ini!” seru Yoona masih dengan tampang kesalnya yang ajeg.

Aku gelagapan, aku langsung bangun dari tempat duduk itu dan menghambur ke kamar mandi. Aku lupa jika setiap minggu aku wajib ke rumah Ayah Yoona untuk membantu berkebun juga.

Hari sudah gelap ketika aku sampai di depan rumah. Aku lelah sekali, Ayah mertua memang selalu memaksaku menjadi kuli gratis tiap kali aku kesana. Tidak heran bagaimana Yoong bisa jadi kuat seperti itu. Badanku pegal semua ketika aku menaiki tangga menuju halaman depan rumah kami. Kanapa juga sih, harus ada tangganya? Membuatku makin lelah saja. Aku membuka pintu samping dan kulihat Yoong duduk di kursi panjang sambil membaca dibawah lampu taman yang terang. Dia berpakaian sederhana, tapi anggun. Membuatku sedikit kaget. Kupikir dia adalah hantu tadinya.

Yoong tersenyum manis ke arahku dan menutup bukunya. “Aku sudah ingat” kata Yoona sambil berdiri dan berjalan ke arahku.

“Oh, Benarkah?” tantangku.

Yoona berdiri di depanku dan membenarkan kerah bajuku. “Maafkan aku, aku baru ingat jika hari ini adalah hari dimana kau memberikanku ciuman pertama, iyakan?”

Aku mengernyitkan dahi. Aku tidak ingat tanggal itu malah. Tapi tetap saja aku menyembunyikan kebingunganku dengan senyumku yang bisa membuat gadis manapun tersipu jika melihatnya. Yoong mengalungkan tangannya pada leherku dan memelukku mesra “Aku terkejut bagaimana bisa kau ingat tanggal ini, padahal kan sudah lama sekali” ujarnya.

“Hei,hei,” aku menjauhkan Yoona dari pelukannya yang menyesakkan itu dan mencium lembut bibirnya. Lalu aku tersenyum geli ke arahnya. “Sebenarnya, aku lupa” kataku.

Wajah Yoong merah padam. Dia menatapku kesal dengan sangat lucu, dan aku menahan tawa agar tidak merusak momen ini. “Tadi pagi, kau lupa membuatkan kopi untukku” kataku. Yoona semakin marah mendengarnya. Telinganyapun ikut memerah.

“Lee Jonghyun!!!” katanya geram.

Aku mengedikkan alis dan memasukkan tanganku ke dalam kantong celana. “Yoong, Lihatlah!” kataku sambil menunjuk ke belakang Yoona. Yoona menoleh sekilas dan berbalik lagi menatapku.

Saat itu, aku memegang kedua pipinya dan mengecupnya lebih lama dan lebih dalam. Dia hanya terdiam, sampai matanya tertutup. Ikut menikmati kecupanku yang tidak bisa dikalahkan laki-laki manapun. Aku melepaskannya perlahan dan menatap manik mata Yoona dalam-dalam.

“Kau juga lupa menyambutku dengan baik pagi ini, Nyonya Lee” tegurku sambil tersenyum jahil.

Dan Yoona tersenyum sumringah. Mood-nya jadi lebih baik daripada pagi ini.

“Aku harus ingat jika kau bukan orang yang manis, Tuan Lee” kata Yoong.

“Benarkah, aku tidak manis? Baiklah, aku pergi lagi saja” kataku sambil berbalik dan meninggalkan Yoona.

1, 2, 3

Yoona menangkap lenganku dan memandangku dengan tatapan memohon. “Pemarah” katanya kesal. Aku memutar bola mata dan berganti menarik tangannya, lalu cepat-cepat berjalan masuk ke dalam rumah.

“Beritahu aku jika kau siap” kataku padanya.

“Apa lagi?”

Sekali lagi aku tersenyum padanya, menampakan seringai jahatku dan Yoona tersenyum geli sambil mengikuti langkahku menaiki tangga.

–end–

yah, beginilah ketika otak author kecampur yang tidak-tidak. maafkan ke pervert-an saya. terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca.

(In 2015, i can’t believe i wrote this kind of nasty things)

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

14 thoughts on “Something That You Forget #Ficlet”

      1. Lupa ituu.. ._.)
        Iya! Kita sama sama harus semangat!!!’O’)9
        Wah, Hello Mr. Architect udah nyampe part 4 ya? Hadeuh.. Ketinggalan-_-) oke langsung baca aja deh.. XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s