That Number #Ficlet

(It should be a poster)

Author: Ahnmr | Cast: Park Jinyoung Jr / Jr. (GOT7), Kang Jiyoung (KARA)|Genre: School Life, Romance | Rating: 13 | Lenght: Ficlet | Disclaimer: Terinpirasi dari kisah hidup penulis sendiri, dengan banyak pengubahan.

This Story Only Posted In This Blog, Thankyou *Bow

“Jinyoung?”

Pesan itulah yang aku kirimkan padanya sore itu. Aku tidak berharap apakah dia akan membalasnya atau tidak. Aku juga tidak peduli apakah dia bahkan akan membacanya. Yang kuharapkan hanyalah, pesan itu berhasil terkirim.

Aku kembali fokus pada komputerku, mencoba menulis lagi ide yang barusan menghampiriku, namun tiba-tiba hilang karena pikiranku masih dipenuhi oleh Jinyoung, dan Jinyoung. Aku memutuskan untuk melihat apakah ada balasan di ponselku. Ada dua pesan, pertama dari Byul, dan yang kedua dari Jinyoung. Aku membuka pesan dari Byul dan dia menyakan tentang tugas, jadi kubalas dengan cepat, dan aku langsung membuka pesan dari Jinyoung.

“Ini siapa?” pertanyaan standard, batinku. Walaupun hanya seperti itu. Entah kenapa hatiku langsung meletup-letup seperti bunyi knalpot motorku.

Aku gugup ketika akan membalasnya, dan aku berlari pada kakakku. “Aku harus membalas bagaimana?” tanyaku penuh kekhawatiran.

Kakakku memutar bolamatanya dan melirikku tajam. “Jiyoung-ah, dia sudah memiliki yeoja chinggu, tidak baik jika kau menghubunginya” katanya.

Aku menatapnya kecewa dan berjalan ke kamarku. Aku membalasnya dengan pertanyaan seputar tugas dan test untuk esok hari. Dia tetap bertanya padaku, siapa aku, namun aku belum berani mengatakan padanya siapa aku. Aku takut dia menjauhiku jika tahu orang itu adalah aku.

Pagi itu di sekolah, aku terus melihat ke arah bangkunya. Dia belum datang, padahal bel sudah menunjukkan tanda-tanda akan berbunyi. Seperti biasanya Guru Choi yang tinggi semampai itu sudah berdiri di depan pintu. Dia sudah tinggal menunggu bel saja untuk masuk. Jinyoung belum menunjukkan batang hidungnya, dan itu membuatku khawatir. Bagaimana jika dia dihukum?

Bel pun berbunyi. Guru Choi masuk ke kelas dan Jinyoung tidak juga datang. Terlihat senyum tipis dan seringai licik di mata Guru Choi, dia pasti sudah tidak sabar untuk melihat siapa murid yang terlambat pagi ini. Tentu saja itu Jinyoung.

Aku terus memandang ke arah pintu dan terlihat wajah familier yang tengah merangkak di bawah, dia terlihat was-was dengan Guru Choi. Ketika Guru Choi mulai menjelaskan pelajarannya dia melirik ke arahku. Dia melihat ke arahku sambil berkedip. Aku mengangguk dan dia merangkak masuk ke kelas.

“Park Jinyoung!” Gelegar Guru Choi sambil menunjuk ke arah Jinyoung merangkak. “, ke kantor guru, sepulang sekolah”

Aku melihatnya berjalan bersama Guru Choi ke arah ruang guru. Aku sedang berjalan sendirian sambil memperhatikan caranya berjalan. Kemudian aku berhenti untuk melihatnya memasuki ruang guru. Aku mengambil ponsel dari kantong blazer-ku dan berpikir untuk mengirim pesan lagi padanya. Apa yang harus kukirim? Pikirku. Aku ingin menggunakan bahasa inggris yang rumit untuk menceramahinya. Namun jika aku benar mengirim seperti itu, dia akan tambah kesal, dan kemungkinan besar dia akan tahu juga. Singkat kata, aku mengirim “good luck!” padanya. kemudian aku pulang ke rumah, berharap dia akan membalas pesanku lagi.

Benar, aku melihat pesan balasan seperti ini “Iya, Gomawo” sederhana saja, tapi itu sukses membuatku sumringah. Ada hal yang membuatku khwatir setelah itu. Bagaimana jika dia tahu itu aku?

Nyatanya tidak, dia masih terus bertanya-tanya siapa aku. Kuharap dia benar-benar tidak tahu, dan bukan hanya akting saja.

Sore itu aku pergi ke mini market. Aku ingin membeli coklat untuk diriku sendiri, karena besok hari valentine, dan aku yakin tidak ada yang tega memberiku coklat. Aku hanya anak ajaib yang tersesat di anatara orang lain.

Aku membeli coklat lembek yang bisa dimakan seperti susu kental manis itu. Awalnya aku tidak suka. Tapi lama-kelamaan suka, karena Jinyoung juga menyukainya.

Aku membagi coklat krim itu pada teman-teman yang tidak mempunyai pasangan valentine seperti aku. Aku pribadi tidak menganggap valentine itu spesial. Tapi itu sangat berarti bagi mereka yang sudah memiliki seorang kekasih.

Aku tersenyum ke arah Byul. Dia masih sibuk dengan coklat krim yang kuberikan padanya. Kemudian aku menoleh ke arah Seolbi, dia terlihat sangat senang duduk bersama kekasihnya. Dan Jinyoung, dia duduk di tempat duduknya terpaku pada layar ponselnya, dia tersenyum sesekali. Dia pasti membaca pesan dari kekasihnya.

Senangnya, pikirku.

“Jiyoung-ah!” tegur Byul.

“Hmm,,” sahutku.

“Jangan terlalu memikirkannya, kami selalu ada disini untukmu, jadi jangan pernah berpikir untuk melupakan kami karenanya” kata Byul sambil mengedikkan bahunya ke arah Jinyoung.

Aku menoleh ke arah teman-temanku yang single itu. Mereka tersenyum bangga dan mengatakan padaku lewat tatapan mereka. Jika menjadi single bukanlah hal yang buruk. Bukan berarti kami jelek. Hanya kesempatan yang belum datang.

“Tenang saja,” kataku.

Aku berjalan sendirian di lorong sekolah sore itu, karena dari kelasku, hanya aku yang mengikuti kegiatan teater. Seseorang mengikutiku dari belakang. Dan saat aku menoleh ke belakang aku melihat Jinyoung tengah berjalan sambil memakan coklat krim.

“Jinyoung-ah” celetukku.

Dia menaikkan kedua alisnya seperti biasa, namun tetap saja hal itu tidak bisa menutupi seringai jahilnya yang akut.

“Oh, hei Kang Jiyoung, ngapain kau disini?” tanyanya.

“Aku mau pulang” kataku hampir melangkahkan kakiku pergi.

“Oh, tunggu! Aku mau bertanya padamu” kata Jinyoung sambil mengeluarkan ponselnya. “Lihat” katanya padaku sambil menujukkan nomor teleponku. “Kau tahu ini siapa?”

Aku menelan ludah dan menggeleng sarkastis “Tidak, aku tidak tahu” kataku.

“Oh, baiklah, kupikir kau tahu, sekelas tidak ada yang tahu” katanya kecewa. “Aku dulan” Kata Jinyoung seraya berlari menuju pintu keluar gedung sekolah.

Akhirnya aku bisa bernafas lega. Dia tidak curiga sedikitpun jika orang itu adalah aku.

–end–

FF gaje yang terinpirasi dari kisah gue sendiri, terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membacanya.

maafkan random couple (baru) yang saya buat ini, is just slash in my mind

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s