Gue, Koneksi Eror, dan Kusumastuti

credit to elakzart.deviantart.com
credit to elakzart.deviantart.com

Hari ini 4 April adalah ulang tahun temen gue, temen gue yang nge-fans banget sama habib syekh. Namanya lisa. (Happy Birthday ya Nak!)

Tapi ulang tahun temen gue itu nggak ada nyambungnya sama kejadian yang telah menimpa gue selama seminggu terakhir. Ulang tahun dia juga nggak ada nyambungnya sama lovestory gue yang kayaknya udah nggak ada harapan lagi

-_-

Jadi minggu ini kakak gue liburan ke Bali sama temen-temen satu SMA naik bus, dan kapal. gue tahu sekolahan dia nggak akan kuat beli tiket pesawat.

Tapi masalahnya bukan itu, masalahnya gue jadi ngerasa sepi banget dirumah lantaran nggak ada yang ngramein, gue udah kangen sama dia dan semua tetek bengek soal B.A.P yang dia umbar-umbar ke gue.

Intinya rumah jadi sepilah nggak ada kakak gue tersayang itu. mana kemaren dia sms gue tanya exo comeback (dan tidak menanyakan keadaan gue). ngimpi aja kali exo comeback.

-_-

Koneksi eror, iya gue sempet sebel banget gara-gara koneksi eror, itu terjadi setelah gue posting mr architect part 7. awalnya gue pikir emang dari sananya gitu dan akan diperbaiki dalam beberapa hari, tapi nyatanya setelah seminggu lebih tampilan web-nya nggak juga normal. And it sucks!

Bahkan ketika malem minggu kemarin itu. Waktu gue posting teaser girls. gue kudu muter-muter salatiga untuk mencari cafe yang ber-wifi.

Pengakuan, gue emang termasuk satuan PWG (Pencari Wifi Gratis)

Jadi, malem minggu itu gue dan kakak gue tercinta keliling salatiga. Gue udah bolak-balik dua kali keliling daerah UKSW dan ya! Akhirnya gue berhenti di cafe’ mahal. Yang penting wifi nya gratis.

gue pokoknya pesen yang paling murah dan gue lama-lamain disana. gue seneng banget, saking senengnya satu setengah jam udah nggak kerasa dan akhirnya kita pulang sekitar jam 10 dan dimarahin sama bapak.

“Anak cewek main sampe malem! Gimana kalo,,,” dan ini itu, ini itu.

Yah gue hanya bisa mendengarkan dan dengan sedikit menjadi penjilat membelikan bapak gue oleh-oleh. dan selesai sudah amarah bapak gue.

Semenjak hari itu, gue internetan dengan tersiksa. Rasanya kayak orang buta gitu karena nggak bisa liat gambar apa-apa. Uh, ngeselin banget pokoknya.

Sampe sore ini! Gue sedikit bereksperimen dengan menukar kartu modem. jadi gue tuker kartu modem gue ke modem bapak gue. BERHASIL! Dan ternyata letak kesalahan selama ini adalah pada modem gue. bukan koneksinya.

(Dasar modem udzur! rusak nggak bilang-bilang!)

-_-

Hari selasa kemaren gue seneng banget karena akhirnya bertemu lagi dengan guru kesayangan gue di kelas. Yaitu Bu Diarti Sarjana Seni (begitulah beliau memperkenalkan dirinya) sedikit soal bu diarti. beliau ini orang yang begitu menginspirasi buat gue karena pribadinya yang kuat dan sedikit kayak preman.  Beliau orang ampel, boyolali. dan beliau adalah pengajar karawitan di sekolah gue.

Seandainya nanti kelas 2 ada mata pelajaran pilihan, gue akan milih karawitan. tapi sayangnya nggak ada, Huh!

Hal yang gue suka dari karawitan itu bukan praktek dan teori, sebenernya. gue suka pelajaran yang bisa diambil dari karawitan itu sendiri. Semenjak gue belajar karawitan di SMA ini, gue jadi lebih mencintai budaya indonesia.

Dari karawitan gue belajar banyak hal, nggak cuma sekedar belajar nembang dan nabuh gamelan doang. karena begitulah yang di lihat sebagian besar masyarakat awam. Sebenernya pas belajar karawitan itu, secara nggak langsung kita bakal lebih mengenal budaya jaman kerajaan jawa, gue juga belajar gimana kita melihat kehidupan dari sisi orang karawitan.

Yang paling gue suka akhir-akhir ini adalah lirik lagu kusumastuti, entah kenapa ya lirik lagu ini walaupun pendek tapi ngena banget. tapi sebenernya gue juga berlatih lagu ini buat ujian akhir sekolah.

Lirik Bawa(pembuka)nya kayak gini:

Kusumastuti

Dhuh kulup putraningsun
Sireku wis wanci
Pisah lan jeneng ingwang
Ywa kulineng ardi
Becik sira neng praja
Suwiteng Narpati
Nanging ta wekasingwang
Ywa pegat teteki

itu pake bahasa sansekerta dan kawi, gue awalnya cuma ngerti artinya ‘wanci’ dan ‘pegat’ doang. soalnya itu kata-kata yang masih sering digunakan di era informatika kayak gini.

Artinya, biar lebih jelas

Wahai anakku
Sudah tibalah saatnya engkau
Berpisah denganku
Jangan terbiasa digunung (dusun)
Lebih baik pergi ke kota (berbakti pada Negara)
Dan mengabdi pada sang pemimpin (Pemerintah)
Namun pesanku wahai anakku
Jangan lupa pada sang pencipta (beribadah)

Seperti yang dilihat dari lirik diatas, gue bisa menyimpulkan bahwa itu adalah pesan dari orangtua ke anaknya buat berbakti pada negara dan membangun bangsa.

yang dikatakan membangun bangsa di sini adalah mengabdi. benar-benar mengabdi pada bangsa, tidak harus menjadi orang besar tapi bisa membangun bangsa dan generasi yang lebih baik. Tentu aja itu semua nggak lepas dari kita beribadah pada Yang Kuasa. kita nggak boleh lupa sama Pencipta kita, entah ketika kita di bawah ataupun di atas.

Intinya, sehebat apapun kita, sekecil apapun kita, jangan pernah melupakan Yang Maha Kuasa.

(^0^)

Dengan bawa sekar ageng kusumastuti itu, gue berharap orang-orang juga terinspirasi. karena gue juga terinspirasi buat jadi murid yang lebih rajin dan bakal membangun Indonesia untuk jadi lebih baik nantinya.

Gue harap orang-orang juga jadi lebih mencintai budaya negeri kita tercinta, INDONESIA

(^0^)

(Bonus)

Girls

girls-1stposter- - Copy

Author: Ahnmr || Cast: ****** (*****), ******* (*******), Kwon Yuri (SNSD), ******** (******), Im Yoona (SNSD), ********* (*******) || Add. Cast: Random || Genre: Life, Comedy, Friendship, Family, Romance || Rating: +15 || Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, nggak beneran terjadi. Cast-nya aja cuma minjem merekapun juga nggak tahu. Terinspirasi oleh banyak hal, fanfiction author-author lain, drama-drama korea, dan semua film yang pernah saya tonton.

(Btw, semua merk yang ada di dalam cerita ini tidak dimaksudkan untuk iklan)

-ahnmr copyright-

Day One [Donghae]

Kardus-kardus itu masih menumpuk dan berserakan di ruang tamu. Sebagian isinya sudah aku keluarkan dan kutata, sebagian lagi belum. Aku masih malas untuk berurusan dengan benda-benda itu lagi.

Pagi itu aku meminum kopi sambil duduk di sofa. Kopi dan pagi yang cerah adalah kebahagian sederhana yang tidak datang setiap hari. Jadi begitulah kurang lebih kegiatan pagiku, tenang tanpa gangguan, hanya suara AC, burung berkicau dan suara kendaraan berlalu lalang di bawah sana.

Sampai tiba-tiba terdengar suara menggelegar dari kamar sebelah. Suara itu bukan suara orang membanting pintu atau benda pecah, tapi sepertinya itu berasal dari sebuah speaker besar.

Kudengar lagu twinkle mengalun di udara. Lagu itu memang sedang hits sekarang. Jujur aku suka dengan lagu itu, tapi yang kali ini terdengar aneh, bukan suara Taetiseo yang kudengar, melainkan suara tiga orang wanita cempreng, pitch-nya tidak tepat, dan salah-salah.

Aku hampir memuntahkan kopiku karena kaget mendengar suara menggelegar itu. Apa mereka tidak bisa menghormati tetangga lain, tetangga macam apa sih yang seperti itu?

Aku meletakkan kopiku di atas meja dan berpikir untuk menyuruh mereka mengecilkan volume-nya, suara mengerikan itu hampir memecahkan gendang telingaku.

Jadi aku keluar dari kamar dan berjalan menuju asal suara. Langkahku terhenti ketika melihat banyak tetangga lain sedang berdiri di apartemen itu sambil marah-marah. Aku memutuskan untuk tidak bergabung daripada ikut terjerumus dalam suatu masalah. Lagipula, aku tidak ingin merusak hari pertamaku di Seoul.

Penasaran, tentu saja aku penasaran dengan tetangga apartemen yang mengganggu itu. Siapa sih yang tidak mau tahu biang kerok di apartemen? Hitung-hitung antisipasi. Jadi, diam-diam aku memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan orang yang tinggal di apartemen sebelah.

Selain berisik, tetanggaku itu juga suka sekali membanting pintu. Dari yang kudengarkan sepertinya ada lebih dari satu orang yang tinggal di apartemen itu.

Sekitar pukul delapan pagi aku keluar dari apartemen dan pergi ke perusahaan pamanku untuk mengumpulkan beberapa resume. Aku bertemu dengan beberapa orang di lift, yang pertama adalah seorang pria tua betubuh gempal. Yang kedua adalah seorang gadis berkacamata yang terlihat culun, sepertinya dia masih anak kuliahan, gadis yang satu lagi berambut pirang madu dan bergaya bak selebriti, gadis yang terakhir bergaya sangat sederhana, dia juga tidak mengecat rambutnya. Entah kenapa aku yakin salah satu, salah dua, atau mungkin ketiga gadis itu adalah tetanggaku karena mereka berisik sekali di lift.

Aku segera melupakan perihal ‘tetangga apartemen menggganggu’ mengingat ada banyak hal yang harus kupikirkan untuk di terima di perusahaan advertising milik paman. Bahkan ketika beliau adalah pamanku, beliau tidak langsung memasukkanku dengan cuma-cuma. Beliau sangat selektif dan tidak main-main saat menerima karyawan baru di perusahaannya.

Aku tersenyum mendengar berita itu dari paman. Aku diterima di perusahaannya menjadi karyawan magang. Memang itu yang aku inginkan, aku ingin terlihat sama dengan orang lain. Paman juga bilang jika kinerjaku baik dan memuaskan, aku bisa cepat  dipromosikan. Sebenarnya Paman juga ingin melihat kemampuanku, bukan maksud meragukanku. Paman tidak meragukanku, paman tahu aku adalah anak yang cerdas dan pekerja keras. Paman hanya ingin melihat seberapa sabar aku.

Mengetahui alasannya aku malah jadi tambah bersemangat. Paman memang orang yang bijak, aku jadi heran kenapa Bibi bercerai dengan pamanku.

Gamsahamnida, Sajangniem” kataku sambil membungkuk penuh rasa terimakasih.

“Baiklah, Kau bisa masuk mulai besok, aku akan menunggu karya-karya luar biasa darimu, Donghae-ah” kata Paman.

Aku tersenyum dan mengangguk. Aku tidak bisa menghilangkan senyum dari wajahku, akhirnya aku berhasil mendapat pekerjaan. Rasanya seperti saat pertama kali masuk ke SMA. Ini sangat menyenangkan pada awalnya, tapi aku tidak tahu apakah kedepannya akan semenyenangkan ini. Semoga saja.

Perasaanku saja atau aku memang merasa mengenal gadis itu.

Gadis berambut pirang madu yang kulihat di lift tadi pagi, baru saja pulang bersama seorang pria dan tengah berbicara di depan pintu apartemennya. Pria itu berwajah tegas dan tubuhnya kekar, ia jelas lebih tinggi dariku. Namun dia tidak terlihat seperti pria baik-baik.

“Kita akan bertemu lagikan?”

“Tentu saja, Kehilanganmu sedetik saja aku merasa hampa” kata Pria itu.

Aku geli sendiri, perempuan memang mudah di gombali. Gadis itu tersipu-sipu dan tersenyum sambil menunduk.

“Berusahalah lebih keras, kau belum menarik di mataku”

Aku mengernyitkan dahi, kenapa kata-kata itu mendadak muncul di kepalaku. Mungkinkah dia gadis remaja yang menguntitku waktu itu?

Untuk meyakinkan diriku. Aku melihat ke arahnya sekali lagi sebelum masuk ke apartemen.

Sedetik…

Dua detik…

Tiga detik…

Seharusnya aku tidak melihat. Hal itu sedikit membuatku risih. Aku tersenyum geli dan segera masuk ke dalam apartemen.

(sebenernya ini gue sisipin di sini karena iseng aja,, ini adalah part 0 yang sebenernya adalah part rahasia . bisa diliat kalo di sini donghae adalah salah satu tokoh di seri baru Girls, bagi yang suka ngutek-ngutek blog gue pasti udah langsung nemu ini cerita)

Himrasaki

Ahnmr

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

3 thoughts on “Gue, Koneksi Eror, dan Kusumastuti”

  1. Haha.. ternyata anak kpop yg lumayan sreg ama karawitan gak gue doank
    tp sayang gue gk bisa sama sekali
    Gue cuma bisa pucung, caping gunung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s