You’re My Happiness [FF Freelance]

Addhiska ; You're My Happiness

You’re My Happiness

Author : Adh_IU (Ananymous) | Cast Do Kyungsoo/ D.O, Lee Jieun/IU|Genre: Romance, Friendship | Lenght: Ficlet

–Adh_IU copyright–

All Kyungsoo’s POV

14 Januari 2009

 

Hari ini,hari kepindahanku ke Jepang. Appa menyuruhku pindah kemari untuk mengurus Perusahaanya. Aku adalah anak sulung yang dipercayai Appa mengurus semua ini. Meskipun berbakat dalam urusan bisnis,bukan berarti hidupku special dan sempurna. Beberapa tahun lalu, aku mengalami kecelakaan,dan kakiku divonis lumpuh.

Setiap hari,aku harus selalu berkutat dengan kursi roda bodoh ini. Menyebalkan!! Ini sangat Menyebalkan. Aku juga harus dikawal oleh seorang perawat. Alasannya,agar tidak terjadi hal buruk terhadapku. Cih, Mereka pikir aku terkena down syndrom,sampai harus membayar seorang perawat untuk mengurusku. Aku masih bisa melakukan apapun dengan benar, aku bisa menjaga diriku, meskipun tanpa sepasang kaki.

Aku selalu merutuki nasibku. Bagaimana tidak? Sejauh ini hidupku normal-normal saja, bahkan bisa dikatakan aku adalah orang beruntung. Otakku cerdas, wajahku tampan,hampir setiap wanita selalu melirikku dan memujiku. Sekarang tak hanya wanita yang melirikku tetapi pria juga. Melirik dalam artian ‘menghina’. Tatapan mereka menyebalkan. Kalau aku bisa berjalan, sudah kupastikan mereka akan kucekik satu persatu. Sayangnya, itu mustahil. Biar kuperjelas MUSTAHIL…

Hidupku tak akan lebih baik dari ini. Hidupku akan selalu terpuruk. Tidak ada yang namanya Happy ending di kamus kehidupanku yang sekarang. Terkadang, ini membuatku benci para penulis dan pemimpi. Bagaimana bisa mereka mempercayai akhir yang bahagia di kehidupan nyata. Padahal selama ini, mereka bisa melihat dengan kacamata manusia biasa bahwa hidup ini begitu sengsara. Benar kan?

29 Januari 2009

Bosan dengan kehidupan anehku.Aku selalu mengisi waktu luangku dengan merenung di depan rumah sambil memperhatikan orang-orang berlalu lalang. Mereka sepertinya mengacuhkanku. Sampai suatu hari, kulihat seorang gadis imut dan manis menghampiriku.

“ Permisi, apa kau baik-baik saja? Sedari tadi,kulihat kau hanya termenung, tatapanmu sendu. Apa kau membutuhkan bantuan?” Tanyanya manis. Aku hanya diam. Masih mencerna perkataan gadis ini. Apa dia hanya berpura-pura baik? Ah..tidak mungkin. Bagaiman mungkin dia hanya pura-pura, sementara tatapan matanya begitu hangat dan tulus. “ Hei..kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Apa kau sakit?” Tanyanya lagi.

“Tidak apa-apa, aku… aku baik-baik saja.” Jawabku sambil menunduk.

Hei,kenapa pipiku memanas?? Apa-apaan ini!

“Baguslah kalau begitu…. Oh ya, siapa namamu? Sepertinya,aku belum pernah melihatmu?” Katanya. “Namaku… Do Kyungsoo. “ Balasku dingin. “ Kau pasti dari korea? Well,,perkenalkan namaku Lee Ji Eun, orang-orang disini memanggilku IU-chan, tapi karena kita sama-sama orang Korea,terserah kau memanggilku apa. Senang berkenalan denganmu tetangga baru.” Jawabnya panjang lebar, lalu mulai berbalik memunggungiku. Perlahan ia meninggalkanku dan masuk ke sebuah rumah mewah yang berada persis di hadapan rumahku. Sebelum benar-benar menghilang dari pandanganku, ia sempat melambaikan tangannya, kubalas dengan anggukan dan senyuman manis. Jujur aku tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya.

21 April 2009

 

Hampir 3 bulan ini aku mengenal IU dengan baik. Terkadang dia menghampiriku dan mengajakku berjalan-jalan di sekitar arena perumahan. Setiap pagi aku selalu melihatnya * lebih tepatnya mengintipnya *dari balik gerbang rumahku. Kulihat saat pagi ia selalu tersenyum ketika akan berangkat kuliah, terkadang aku melihat wajah paniknya saat ia terlambat berangkat, atau wajah lesunya selepas pulang kuliah. Tetapi di hadapanku, ia tak pernah berhenti menunjukkan senyuman manisnya. Wajahnya yang putih dan cantik menghipnotisku. Ia selalu memotivasiku, ia percaya suatu saat nanti, aku dapat bangkit dan menemuinya tanpa kursi roda ini. Ia selalu menguatkanku, saat kondisiku benar-benar hancur, ia meyakinkanku bahwa, hidupku akan lebih baik dari ini, dan aku akan menemukan cinta sejatiku. Jujur saja,,, aku sangat ingin mengungkapkan perasaanku padanya. Tapi,aku cukup tahu diri. Dia terlalu baik untuk pria macam diriku. Aku hanya akan menyusahkannya saja nanti.

30 April 2009

Minggu-minggu ini, aku selalu melihatnya bersama pria lain. Aku tak tahu siapa, dan kuharap pria itu bukanlah kekasihnya.

Sore itu,kulihat IU pulang dengan mata sembab dan berjalan terseok-seok. Kondisinya sudah seperti mayat berjalan. Aku tidak tahu mengapa. Akhirnya kucoba mendekatinya dan kutanyakan keadaannya.

Dia hanya bisa tersenyum kecut padaku dan lebih memilih diam, daripada menceritakan semuanya padaku. Hei…. apa seburuk itukah aku di matanya.

Seolah bisa membaca pikiranku ia berkata.. “ Aku akan memberitahumu di saat yang tepat. Saat ini,aku masih enggan membahasnya, jadi kumohon,jangan paksa aku. Satu lagi, terima kasih sudah mengkhawatirkanku Kyungsoo-ah, kau memang pria yang baik.” Katanya, kemudian berjalan meninggalkanku.

Setelah kejadian itu, aku sudah tidak pernah lagi melihat IU dengan pria itu. IU,kembali menjadi sosok ceria dan murah senyum seperti biasanya.

Dia juga sudah menceritakan semuanya padaku. Aku sedikit kesal dengan pria itu. Dia sudah menyia-nyiakan IU, padahal masih banyak pria lain yang yang mencintai IU, termasuk aku. Pria itu sudah mendapatkan posisi istimewa di hati IU, tapi ia hempaskan begitu saja kesempatan emasnya. Hei.. padahal aku selalu berharap akulah yang ada di posisi itu. Dia sangat bodoh, meninggalkan gadis sebaik IU demi wanita lain yang tidak lebih baik darinya. Sungguh,kalau aku diberi kesempatan, aku akan menghajar pria itu sampai puas. Tega-teganya,ia menyakitiku pujaan hatiku. Cih.

5 MONTHS LATER

 

30 September 2009

 

Aku sudah jarang melihat IU.Setelah acara kelulusannya 2 minggu lalu,aku tidak pernah lagi melihat batang hidungnya. Rumahnya juga sepi. Seperti  tak ada tanda-tanda aktifitas manusia disana.

Apa ia pergi? Atau pindah? Atau jangan-jangan ia sudah menikah dengan pria lain? Jangan sampai itu semua terjadi. Aku sangat membutuhkan IU disini….. Aku sangat membutuhkannya.

Kucoba tanya pada satpam rumahnya,dan  ternyata benar,IU pindah. Katanya, ia pindah bersama Appa dan Eommanya ke negara lain. Sayangnya satpam itu tidak mengetahui negara mana, tujuan kepindahan IU.

Aku stress, sudah tidak ada lagi sosok yang menguatkanku, alasanku bertahan hidupku,kini pergi ke tempat lain yang aku tak tahu dimana. Gadis yang merubah pola pikirku selama ini, kini meninggalkanku sendirian, disaat aku hendak mengatakan perasaanku padanya. Well, mungkin harus kukatakan, AKU KEHILANGAN KESEMPATAN….

1 YEARS LATER…

30 September 2010

 

Aku sangat sedih mendengar kepindahannya. Namun aku tidak putus asa. Nasihat-nasihatnya selama ini, aku rekam baik-baik di memori otakku dan berusaha sebaik mungkin melaksanakannya. Demi cintaku padanya, aku perlahan mulai membenahi diri, dan hidup dengan lebih baik, mewujudkan impianku dan orang tuaku.

Aku mulai bersosialisasi dengan terbuka kepada semua kalangan, termasuk kalangan orang-orang sepertiku. Aku juga mengikuti terapi selama Seminggu sekali. Keadaan ini membuat hatiku kembali hangat. Perlahan namun pasti, kakiku dapat kugerakkan. Dan sekarang,aku sudah tidak membutuhkan kursi roda itu lagi.

Aku masih menunggu sosok IU, aku ingin membuktikan padanya tentang perubahan positive di hidupku. Aku ingin menyatakan perasaanku padanya. Namun sepertinya, aku harus menunda hal itu dulu. Appa menyuruhku kembali ke Korea, karena aku akan dijodohkan dengan anak rekannya. Awalnya kutolak tawaran itu, dan memohon pada Appa untuk memberikan aku kelonggaran waktu selama 3 bulan untuk mencari pasangan hidupku sendiri.

Waktu 3 bulan itu, kumanfaatkan untuk menunggu sosok IU, namun aku gagal menemukannya. Dan,dengan terpaksa aku harus menuruti permintaan Appa. Aku kembali ke Korea, dan hari itu juga aku harus bertemu dengan calon tunanganku. Aku sedikit mengulur-ulur waktu, agar pertunangan ini dibatalkan. Tetapi sayangnya,usahaku gagal.

22 Desember 2010

 

Dengan malas, aku berjalan kearah seorang gadis yang menunduk lesu. Aku pun memutuskan duduk di sebelahnya. Ia terkejut dan langsung menolehkan kepalanya ke arahku. Aku hanya memandang lurus ke depan, mencoba bersikap acuh padanya. “Kyungsoo-ya……” Pekiknya tertahan. Sudah kuduga, wanita ini pasti akan terpesona dengan ketampananku. Semua wanita juga akan begitu,kalau melihat calon tunangannya adalah aku. Tapi tiba-tiba gadis ini memelukku tanpa dikomando.

Aku mencoba menyingkirkannya. Namun, ia bertahan. Kutatap lekat-lekat manik matanya,yang mengeluarkan air mata. “ Jjieun? IU-ssi?” Kataku terputus-putus karena aku sedang gugup. “Iya… kau.. bagaimana bisa kau disini? Dan… dan kau sudah bisa berjalan?” Tanya nya terputus-putus.

Aku hanya diam, sambil menghapus air matanya… Aku sangat senang begitu tahu, bahwa calon Tunanganku adalah IU. Aku… aku akhirnya mendapatkan gadis yang kusuka.. ralat.. maksudku gadis yang kucintai. Tanpa basa-basi. Kupeluk dirinya, kudekap tubuhnya yang hangat. Kubisikkan sesuatu di telinganya….

“Jangan banyak bicara Jieunie.. Berkat kau aku bisa seperti ini. Dan satu lagi, aku… Aku mencintaimu.”

“Aku sudah tahu…. kau pasti akan meninggalkan kursi roda itu dan menemuiku dengan keadaan yang lebih baik. Tak kusangka… inilah saatnya. Dan betapa bahagianya aku,karena melihatmu seperti ini,disaat aku akan bertunangan dengamu. Aku bahagia… ternyata yang akan menjadi pasanganku kelak adalah pria baik sepertimu… dan pria baik ini.. juga mencintaiku. Kau tahu Kyungsoo… aku tidak akan menyia-nyiakanmu,karena aku mencintaimu. Dan jangan sia-siakan aku…. karena aku tidak tahu, bisakah aku hidup tanpamu Kyungsoo……. “Jawabnya.

Aku mengacak pelan puncak kepalanya. “ Dari dulu kau selalu banyak bicara Jieunnie..” Kataku.

“Ya! Sejak kapan kau memanggilku Jieunni? Biasanya kau selalu memanggilku IU. Lagipula panggilan ‘Jieunnie’ itu terlalu kekanak-kanakan untukku. Tubuhku memang kecil,tapi aku sudah dewa-“

Ocehan nya terhenti,karena aku mengecup bibirnya. Aku dapat merasakan keterkejutan nya saat aku melancarkan ‘aksi’ ini. Dan itu begitu menggemaskan. Semakin lama,semakin kuperdalam ciuman ini menjadi sebuah lumatan hangat. Bukan ciuman penuh nafsu, namun rasa rindu dan cinta yang melebur jadi satu. Perlahan kulepaskan tautan bibirku. Dia hanya memandangku dengan ekspresi terkejutnya yang begitu polos dan menggemaskan.

“Kau terlalu banyak bicara, sepertinya mulai saat ini aku harus sering-sering menciummu agar kau sedikit tenang.” Kataku sambil terkekeh kecil.

Dia hanya tertunduk malu sambil mencubit pergelangan tanganku. Aku memeluknya senang.

Jieun.. Kau adalah kebahagiaanku…

–end–

author note:

http://ananymous21.blogspot.com/

@Dhiska2104

admin note (ahnmr) :

This is the first ff freelance i post, so i hope you enjoy like i do (^0^)

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s