Conslusions [Vignette]

Conclusions

Conclusions

Author: Ahnmr || Cast: Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO)|| Genre: Life, Romance || Rating: 13+ || Disclaimer: Cerita ini hanya RPF belaka. Tidak ada hubungannya dengan tokoh yang saya gunakan di dalam cerita ini.

Summary: Our thoughts are the only real limits to possibilities –Leap Of Faith

Bae Suzy – Bae Suji*

Ia meremas-remas tangannya. Berkali-kali menunda langkahnya, kemudian kembali mondar-mondir di belakang tribune. Gadis itu menggigiti kukunya, kemudian mengetuk-ketuk dagunya berpikir ulang tentang apa yang akan ia katakan.

Gadis itu suka sekali menyimpulkan segala hal sendiri, yang artinya tidak selalu bagus. Seperti sekarang, ia menyimpulkan bahwa segalanya akan berubah buruk jika ia mengatakan hal yang telah membuatnya gelisah selama bertahun-tahun. Padahal, ia tidak tahu kemana Tuhan membawa takdirnya.

“Suji! Suji-ah!! Kau dimana? Ayo pulang!” Seru laki-laki tanggung berseragam baseball bergaris-garis putih-merah. “Suji!”

Suara itu semakin dekat. Membuat Suji tambah panik. Akhirnya gadis itu berdiri dan keluar dari belakang tribune. “Aku disini, kau tidak melihatku?” Tanyanya (sok) culas pada laki-laki yang sekarang berdiri membelakanginya.

Laki-laki itu berbalik sembari membenarkan tas jinjing di tangan kirinya. Kedua sudut bibirnya terangkat, menciptakan senyum jahil yang entah bagaimana bisa membuat seorang Bae Suji ketagihan.

“Ayo pulang! Ibumu pasti sudah bingung mencarimu kemana-mana, atau jangan-jangan malah sudah melapor ke polisi”

Suji memicingkan matanya seraya mencebik. “Bilang saja kau ingin menyindirku sebagai anak manja” Katanya, berjalan menghampiri laki-laki itu.

“Tidak, kau saja yang terlalu sensitif. Lagipula kau kemana saja sih tadi? Aku mencarimu sampai gudang peralatan tahu tidak? Dasar manajer tidak bertanggung jawab! Aku tadi membereskan semuanya sendiri! Ah, aku lelah” Lalu laki-laki itu melingkarkan tangan kanannya di bahu Suji dan menyandarkan kepalanya di atas kepala gadis itu.

“Ya, aku perlu pendapatmu soal sesuatu” Ujar Suji tiba-tiba.
Laki-laki itu mengangkat dagunya dengan gaya sok intelek. Kemudian melirik sekilas pada Suji. “Aku mendengarkan” Katanya.

Suji menghela napas panjang dan berpaling pada wajah laki-laki itu. “Kim Myungsoo dari kelas 11-3 mengajakku kencan besok malam. Apakah menurutmu ia orang yang baik?”

Sesaat hening. Laki-laki itu menengadahkan wajahnya ke langit sambil mengingat-ingat Kim Myungsoo mana yang dimaksud gadis itu. Sedang gadis yang sekarang berada dalam rangkulannya berharap laki-laki disebelahnya mengatakan hal buruk soal Kim Myungsoo. Agar ia memiliki alasan untuk menghindar. Namun yang paling menggelitik rasa penasarannya adalah, apa laki-laki yang sekarang tengah merangkulnya ini rela jika ia pergi kencan dengan laki-laki itu.

“Kim Myungsoo yang ikut kelompok musik klasik itu?” Tanya laki-laki itu.
“Hmm…” Sahut Suji sambil mengangkat kedua alisnya.

“Begini…” Ketika laki-laki itu membuka kalimatnya, Suji terus berharap agar ia mengatakan sesuatu yang buruk soal Kim Myungsoo, laki-laki paling digandrungi gadis-gadis disekolahnya, yang terbilang ‘hampir’ sempurna. “Ia baik, ia pernah berbagi makan siang denganku waktu kami sekelas dulu. Ia bahkan masih ramah denganku sampai saat ini. Ia baik kok, kenapa? Kau tidak suka dengannya?”

“Tidak, bukan begitu… aku hanya…”
“Kenapa?”

Suji tidak tahu kenapa harus gugup menjawab pertanyaan sesederhana itu. Jika ia dibilang tidak menyukai Myungsoo, mungkin itu benar. Ia menyukai Myungsoo sebagai teman. Namun dalam konteks lain, ia tidak menyukainya. Tidak seperti ia menyukai kapten tim bisbol ini.

Laki-laki itu melepaskan bahu Suji dan berjalan kedepannya “Bae Suji, kuberitahu ya! Dari sekian fans wanita Kim Myungsoo, hanya kau yang diajaknya kencan.”

“Aku bukan fans-nya. Cih, maaf-maaf saja”

“Baiklah, terserah kau saja,” Laki-laki itu berkacak pinggang dengan gaya sok, kemudian ia kembali lagi ke sebelah Suji. “Tapi setidaknya kau harus merasa bersyukur. Kim Myungsoo itu pria yang baik, kapan lagi kau akan kencan dengan orang sepertinya?”

Nampaknya laki-laki bernama Byun Baekhyun ini memang sama sekali tidak peka, pikir Suji. Suji mengenalnya lebih dari sepuluh tahun, dan baru kali ini ia merasa sangat jengkel dengan ketidakpekaan Baekhyun yang keterlaluan, mungkin ia memang perlu digampar dan ditendang untuk mengetahui bahwa gadis yang sekarang berada disebelahnya itu jelas-jelas berharap padanya.

Mereka sampai di gerbang sekolah tanpa ada percakapan lagi setelah pertanyaan retoris Baekhyun. Selain karena Suji tidak ingin bicara. Baekhyun sibuk mengagumi jingga yang menghias di ufuk barat. Suji sendiri masih berusaha tidak marah karena ketidakpekaan Baekhyun. Lagipula, ia tidak berhak marah. Siapa dia menilai cara pandang Baekhyun. Meski terkadang tak adil jika ia harus merasakan sakitnya sendirian. Karena sahabat tempat ia bisa bercerita adalah orang yang paling tidak boleh tahu soal rahasia kecilnya itu.

“Bagaimana jika aku menolaknya? Aku tidak siap” Celetuk Suji diantara keheningan itu.

Baekhyun melirik ke arah gadis itu. Entah merasa lega atau kecewa, haruskah tersenyum ataukah bermuka masam, ia tidak yakin. Karena tak mengerti harus berkata apa, ia justru tertawa. Tawa lepas yang membuat Suji hilang akal, bertanya-tanya pada hati kecilnya apakah laki-laki ini berusaha mengejeknya.

“Kau ini kenapa?”
“Tidak ada, lucu saja. Kupikir ini akan jadi kencan pertama yang paling spesial untukmu. Dan kau malah menolaknya?!”

Kening Suji berkerut-kerut, tak dapat lagi menyiratkan kesenangan diwajahnya seperti diwajah laki-laki disebelahnya. “Jadi, menurutmu itu lucu?”

Laki-laki itu menelan ludah. Ia tahu, tawa lepasnya tadi bukan tawa yang ia inginkan. Ia hanya mencoba menghibur dirinya sendiri.

“Kupikir kau seharusnya bahagia” Suara Baekhyun melemah.
“Menurutmu kencan pertama dengan orang yang tidak kau cintai itu spesial?”
“Laki-laki istimewa, dengan gadis paling istimewa di sekolah. Akan jadi pasangan sempurna,..spesial”

Waktu diantara mereka berdua terasa berjalan sangat lambat. Mereka larut dalam pikiran masing-masing, prasangka masing-masing, susunan alasan-alasan yang akan mereka ucapkan. Mereka terlanjur takut pada kesimpulan yang mereka ciptakan sendiri. Hingga akhirnya rasa itu terkungkung di dalam pikiran masing-masing.

“Kau tidak mengerti” Suji memaksakan senyum di akhir kalimatnya, yang justru berakhir seperti seringai kemarahan akibat perasaannya yang campur aduk. Ia berusaha keras menahan tangisnya agar tidak pecah di depan laki-laki yang membuatnya rela mendaftar jadi manajer tim bisbol. Saking tak bisa menahannya, gadis itu memilih untuk pergi meninggalkannya.

Seiring langkahnya menjauh, dadanya malah semakin sesak. Terasa sakit, menusuk seperti pisau tumpul tepat pada jantungnya.

Pandangan Baekhyun masih terpaku menatap punggung gadis itu. Andai saja ia tahu, pikir Baekhyun. Dan langkah gadis itu yang semakin menjauh membuatnya sadar, bahwa ia hanya hadir sebagai seorang teman, tidak lebih. Padahal sebenarnya Baekhyun telah menyiapkan ruang kecil yang tertata rapi dihatinya hanya untuk gadis itu, kapanpun ia membutuhkannya.

Fin

Another Gaje story

Perasaan gue aja atau emang biasanya cerita gaje gue itu biasanya cast-nya Suji sama Baekhyun? Ah entahlah, gue juga nggak tahu.

Sebenarnya ini adalah penggalan cerita dari proyek semester lalu yang belum sempet selesai karena gue masih memberatkan sekolah gue. Akhirnya jadilah cerita seperti ini, tiba-tiba udah seperti itu dan akhirnya seperti itu. Jadi aneh banget.

But, thanks udah baca XD

Maafkan segala typo dan kenistaan yang telah saya tulis.

(Sebagai crack-couple expert, saya juga ingin meminta maaf karena couple ini crack BUANGET!!)

-himrasaki-

–ahnmr–

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

9 thoughts on “Conslusions [Vignette]”

  1. hueee,..bagus thooorr!!!
    Ya ampun,,mereka saling suka..knpa jdi gtu sih,.
    Aigooooooooooooo,…..pengen bca kisah selanjutnya tpi ada tulisan “FIN” *Mewek*

    FIGHTING Ya thoor^^^ 🙂
    Saya suka FF Suzy ..hehe..bru nemu FF author^^ 🙂
    salam kenalll 🙂

  2. saling suka py gak bisa saling jujur,,nyesek bgd!!

    tapi paling enggak suzy dah mancing pendapat meskipun baek gak peka sih!!

    well tetep fighting ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s