Semester 4: Alienated

tumblr_lx9drpc8BR1r8llm7o1_500

1. no one like to be ignored

2. move on nggak segampang membalik tangan

1. No One Like To Be Ignored

Hampir seminggu kelihatannya.

Dan gue rasa bagi dia, diamnya kita itu nggak bisa dianggap sebagai masalah selesai dan lalu.

Ya, sebenernya gue capek. Kita dulu deket banget tapi masa iya hanya dengan masalah kayak gini aja dia langsung nge-jauh lalu bersikap seakan kita nggak pernah deket.  Seolah-olah kita nggak pernah punya quality time bareng-bareng. Sejujurnya gue bingung dengan apa arti temen buat dia.

Sebut aja L. Kita emang mungkin baru deket berapa bulan aja, kita bertiga. Tapi buat gue kalian udah kayak temen gue dari abad lalu, alias kita akrab banget.

Awalnya gue juga nggak tau kenapa gue bisa deket sama mereka, L dan Nenek. Waktu jalan gitu aja dan kita jadi sering main bareng. Mereka bikin gue banyak berubah. Bikin gue bisa bersikap lebih dewasa dengan segala hal yang nggak gue suka, dan bersikap normal soal hal-hal yang nggak sejalan dengan jalan pikiran gue.

Mereka juga ngajarin gue gimana cara berpenampilan dengan baik. Masalahnya gue cuek beibeh sama yang namanya penampilan. Ya gimana ya… gue tau sebenernya gue cantik jelita *ditampar orang se-karang taruna. Tapi gue tidak tau bagaimana cara merawatnya dengan baik, so i end up berpenampilan seperti preman pasar sapi, atau yang agak mending dibilang seperti ibu-ibu pengajian *bagi gue itupun tidak mending.

Mereka merubah gue dari yang dulunya kemana-mana make sandal  jepit, kaos panjang buluk, dan  celana  training. Jadi pake sepatu bergengsi, celana bergengsi, dan baju yang bergengsi. Ya pokoknya yang bergengsi lah yaw… gue mah nggak ngerti sesungguhnya style macam apa yang sebenernya coba mereka tanamkan dalam ideologi hidup gue yang sederhana.

Gue yang awalnya orangnya simpel gilak mendadak jadi ribet dandan dan jaga penampilan.

Maklum, dari kita bertiga hanya gue yang terlihat seperti kentang rebus.

manfaat-kentang-rebus

Analogi dari seorang gue…

Sedangkan L dan Nenek seolah datang daru dunia lain. L menurut gue termasuk satu dari sekian cewek populer di sekolah baru gue, dia juga lumayan cantik karena rajin perawatan ke salon, beda dari gue kalo mau potong rambut aja kudu nunggu malem minggu, nyari salon yang lagi diskon. Sedangkan Nenek mau bagaimanpun juga dia tetep keliatan menonjol. Maklum, muka rada kayak londo, meski belakangan lebih kayak tante-tante desperate yang  berat badannya naik mulu *auwww… ditimpuk batu, ampuni aku nek.

Tapi bagaimanapun mereka, mereka tetep temen gue. Gue nggak meninggalkan teman semau gimana pun mereka.

Hari itu, tepatnya, hari kamis 27 Maret 2014. Kita omongin masalah kita ke L dan jujur soal masalah kita. Gue tahu mungkin susah buat dia nerima kita karena udah ngebohongin dia. Tapi kita nggak bermaksud jahat. Kita cuma mau ngebuktiin kalo dia salah, dan kita pengen dia belajar dari kesalahannya.

Gue tahu kalo dia mungkin ngerasa dikhianati, dia nggak bisa percaya lagi sama kita. Tapi cara nyelesaiinnya nggak dengan diam. Diam mungkin meredam masalah, tapi nggak berarti menyelesaikan.

Maaf itu nggak hanya terucap, tapi diwujudkan dengan sikap.

Mungkin dia bilang “Nggak apa-apa” tapi gue tahu, dia nggak bener-bener bisa maafin kita dengan lapang dada.

Buat L:

Maafin kita karena nggak jujur dari awal. Kamu mungkin udah nggak percaya lagi sama kita. Tapi kita bukannya nggak peduli atau nggak nganggep kamu ada. Tapi kita kecewa karena kamu bisa tega gitu nuduh temen sendiri. Dan dengan itu, kita sama-sama salah. Tapi kita udah nggak mau marahan lagi. Kita temen, temen itu saling memaafkan.

Dan kalo kamu tau, satu-satunya orang yang bisa nyelesaiin masalah ini cuma kamu. Kalo kamu bisa nerima orang-orang disekitar kamu, mulai bersikap terbuka, dan nggak terkungkung dalam pikiran kamu sendiri.

Kita sayang sama kamu, kita peduli sama kamu,  mungkin susah buat kamu percaya sama kita lagi. Tapi kita semua bisa mulai lagi kan? Kita temen kan?

us

Nenek, Gue, Yuni

File 1 done, here….

2. Move On Nggak Segampang Membalik Tangan.

Ya, selain gue belajar dari sendiri *yang sekarang malah balikan sama mantan. Gue juga belajar dari temen gue, seorang teman kental dari jaman behuela sampe sekarang, bernama Tyas.

Gue tahu, gue tahu, Tyas lagi, Tyas lagi.

Gimana ya jelasinnya, Tyas itu manusia melankolis yang punya segudang cerita. Sedangkan dia adalah solmet gue, which means gue tahu kisah hidup dia.

Kemarin, tepatnya tanggal 2 April 2014. Tyas menceritakan kepada gue tentang mas’e *doi-nya Tyas. Dia menceritakan gimana senangnya dia kalo si mas’e itu udah jujur soal perasaannya ke Tyas. Tapi mereka nggak pacaran. Katanya sih, cukup tau aja kalo mereka sama-sama suka.

“Aku nggak butuh status, tau kalo kita sama-sama suka aja udah cukup, kalo kita saling percaya tuh, status nggak penting” Duile… yang sedang dimabok cinta.

Okeeeeehhhh…. *mengerling manja. Lalu apa masalahnya? Masalahnya adalah…..*TukTak TumDessss* semakin Tyas deket sama mas’e, semakin Tyas inget sama mantannya yang dengan kurang ajarnya menjebol lagi ingatan Tyas.

Mendadak gue merasa hidup dalam fanfic lagi. Gue ngerasa kayak di film-film, ketika lo tersudut dan mendadak penampakan lo jadi kecil, dan semakin kecil, dan semakin kecil.

Jadi mantannya Tyas adalah seorang cowok bermata sipit dengan tubuh atletis yang secara garis besar bisa dikatakan tampan… but he’s not my type anyway. Gambarkan saja mukanya seperti Do Min Jun Oppa alias Kim Soo Hyun, tapi dia 10 kali lebih tidak tampan dari Do Min Jun Oppa.

Namanya Richie.

Gue dulu sebenernya lebih memilih berada di Tim Richie. Gue pengennya Tyas balikan lagi sama dia, tapi apa daya, mereka putus kayaknya dibuntuti dengan masalah. Jadi gue nggak mau lah solmet gue masuk lagi dilubang yang sama. Padahal ya…. mereka itu romantis gilak. Bahkan menurut gue: Pasangan paling romantis abad ini.

Kisah mereka waktu SMP itu terlampau romantis, Romeo/Juliet, Bella/Edward, Minjun/Songyi pun lewat…

Ibaratkan romeo and juliet, mereka itu dipisahkan oleh aturan sekolah. Memanfaatkan sekecil mungkin celah untuk bersatu *Ampun… jangan jambak aku Tyas. Saling merindukan dan cuma bisa sakit sendiri,, eeeuuuhhh…

Perjuangan mereka buat bersatu itu, kalo diliat dari anak-anak jaman sekarang, bisa dibilang hebat banget!! Tapi di SMP gue, NO… Big No. Kenapa? Karena pacaran itu melanggar aturan sekolah.

Jujur saja, gue dulu termasuk orang yang ngelarang Tyas. Maklum dulu kan gue lumayan penurut.

Back To Tyas… Jadi kenangan dia dengan Richie itu sekarang ada ditangan gue. Berwujud, dua buku diary dengan bahasa alay yang bikin ngakak dan guling-guling macam kerbau waktu bacanya, satu lagi adalah kemeja couple punya Tyas sama Richie.

IMG_6477

Penampakannya.

Kenangan itu mungkin nggak mungkin bener-bener hilang dari ingatan Tyas. Tapi dengan dia ngasih tiga barang kenangannya ke gue. Gue rasa itu udah salah satu langkah untuk move on yang terbaik.

Move On itu nggak segampang membalik tangan. Siapapun tahu itu. Dan gue tau betapa sakitnya ituuuhhh…

Tyas aja sakit waktu keinget Richie. Gimana Richie-nya, gue denger cowok itu lebih susah move on. Entah itu teori abal atau emang beneran. Tapi gue rasa emang ada benernya.

Tyas bilang, “Selama ini dia selalu menghindar, waktu reuni, kapanpun ada kesempatan ketemu, dia selalu nggak dateng. Mungkin dia takut liat aku, aku sendiri juga mungkin nggak bakal siap ketemu dia”

Lalu kapan mereka bakal ketemu dan bikin closure yang baik untuk kisah ini???? Bagaimana kelanjutan kisah Tyas dan Mas’e???

Kita tunggu tanggal mainnya.

tumblr_mh3p1jUKa61qhs5k0o1_r1_500

File 2, done.

4-April-2014

Ahnmr

Himrasaki

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

2 thoughts on “Semester 4: Alienated”

  1. hmmm.. semoga temanmu baca ini semua dan sadar kalo kalian berdua sayang dan peduli sama dia.

    semoga cepat selesai ya masalahnya, aku tau banget pasti ngga enak banget disituasi kaya gini 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s