Semester 4: Rasa

kandinsky

 I need an advice… seriously

Laptop gue rusak lagi. Dan kehidupan gue semakin… bikin pusing.

 Gue nggak tau kata apa yang bisa menggambarkan perasaan gue sekarang. Gue bingung, gue sakit, gue tersesat. Gue nggak tau apa yang sebenernya gue tuju, apa yang sebenernya gue inginkan, apa yang gue butuhkan. Semuanya kerasa kosong. Nggak aman.

 Terkadang gue berpikir apakah gue gila. Dengan mood swing gue yang gila-gilaan, perasaan bingung yang makin bikin gue nggak ngerti. Gue ngerasa jauh dari Tuhan, itu bener. Tapi ada hal lain yang kurang, yang entah gue nggak sadar atau gue emang nggak mau nerima kenyataan.

 Gue pengen didenger, gue pengen nunjukkin ke dunia siapa gue.

 Gue rasa itu (ih, gue baru menyadari bahwa yang gue pengenin cuma itu,, Ya Allah makasih udah di kasih solusi)

(Tarik napas) Selama ini gue bukan siapa-siapa. Gue cuma seorang anak sekolahan yang tiap hari kerjaannya nongkrong di sekolah, duduk sedeku dibangku, ngeliatin orang-orang berlalu lalang. Gue menemukan diri gue iri sama temen-temen deket gue. Temen-temen gue yang punya kesibukan apalah, entahlah. Nggak kayak gue yang cuma main The Sims sama PS.

 Gue pikir selama ini gue marah sama mereka karena gue selalu berusaha ada buat mereka tapi mereka nggak pernah ada buat gue. Ternyata kemarahan gue bukan pada mereka tapi lebih ke diri gue sendiri yang bingung mau ngapain, yang mau bikin diri gue seperti apa.

 Jujur aja gue iri. Gue di mata banyak orang ya cuma cewek biasa yang nggak punya bakat apa-apa. Mungkin menurut mereka gue cuma ada di sekolah, duduk, pulang, nggak penting keberadaannya. Nggak ada hal yang bisa dibanggain dari diri gue. Cewek pas-pasan dengan otak pas-pasan yang nggak bisa apa-apa. Bahkan gue pikir keahlian yang gue bisa itu nggak penting. Gue menyesal sama diri gue sendiri kenapa gue nggak bisa apa-apa. Kenapa gue nggak bisa berbuat apa-apa buat diri gue.

 Kayak semua usaha yang gue lakuin buat bertahan hidup di tengah belantara anak SMA yang kejam itu nggak menghasilkan apa-apa. Gue merasa gagal, gue merasa tersisih, gue merasa kayak “Nugu” banget diantara orang-orang. Nggak pernah ada yang melihat gue sebagai, “Wah, kamu Uli yang itu” nggak. Gue cuma cewek yang lewat didepan orang-orang tanpa orang tau siapa gue. Gue nggak terlihat, nggak penting buat orang-orang tau.

 Gue nggak tau harus kayak gimana. Gue nggak yakin dengan apa yang gue miliki. Gue nggak tau mau nunjukkin apa. Gue nggak tau apa yang sebenernya gue butuhin.

 Plis, siapapun di luar sana yang bisa bantu gue. Gue butuh kalian.

ahnmr

himrasaki

9/5/2014

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

2 thoughts on “Semester 4: Rasa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s