Semester I – Postingan Line dan di Tolak Universitas Impian

tumblr_m8ojj2Hw5D1rthkdb

Here, i talk about Line post, thing that hit me so hard just yesterday CEKIDOT!!!

POSTINGAN DI LINE

Gini, gue nggak ngerti kenapa perasaan gue kecut pas baca sebuah postingan akun seorang muslim yang mengkritik sebuah akun dakwah islam di line. Postingan itu rame di share kesana kemarin hingga akhirnya gue sempet baca. Orang itu mengkritik suatu akun dakwah islam secara terbuka dengan alasan menjunjung tinggi Toleransi Agama. Dan gini, gue bingungnya orang itu kesannya bukan menjunjung tinggi toleransi agama tapi (menurut gue, menurut gue aja, nggak usah baper) malah justru kayak memojokan agama islam, dan mengesankan kalo orang islam itu tukang kompor dan gembar-gembor, padahal dia sendiri seorang muslim. Gue mikir seharusnya kalo mau mengkritik postingan yang membahayakan persatuan, harusnya langsung ke akunnya aja, nggak perlu di posting secara terbuka kayak gitu, karena menurut gue postingan itu justru juga jadi alat pemecah belah agamanya sendiri. (Sori, bang pembuat postingan itu, tapi serius lhoh, saya jadi berpikir entah anda ini mencari perhatian atau memang ingin mengingatkan soal toleransi agama. Tapi melihat begitu banyak perdebatan dalam kolom komentar postingan anda, saya justru berpikir postingan anda ini seperti kompor yang memecah belah persatuan, tidak hanya agama, tapi nusantara. maaf, tapi sebaiknya jika anda ingin menunjuk dan mengkritik suatu akun (lebih-lebih yang mewakili nama suatu kelompok) lebih baik hubungi akun itu langsung daripada terkesan seperti memecah belah. Bukankah Allah membenci orang yang berdebat? dan postingan anda adalah akar perdebatan, hayooo). Toleransi agama itu memang penting bahkan Nabi Muhammad SAW menjunjung tinggi toleransi agama, bahkan di Al-Qur’an juga ada ayat mengenai toleransi agama. Dan gue yakin setiap muslim pasti pernah baca surat Al-Kafirun yang isinya tentang toleransi agama. Dan ya kejadian akhir-akhir ini memang sangat menyedihkan dan patut disayangkan. Jadi menurut gue nggak perlu lagi deh bikin postingan yang memanaskan suasana kalo ujung-ujungnya cuma pengen dapet pujian atau dianggap hebat.

Gini lho, menurut gue ‘nggak masalah banget’ kalo lo berteman baik dengan orang-orang yang berbeda agama sama lo. Asal satu, jangan pernah mencoba mengubah pendirian dan iman orang itu. Cukup lo kasih tau aja dia kalo dia salah, kalo dia emang melakukan hal yang salah. Dan menurut gue seandainya ada kejadian yang kayak di tolikara atau di solo, plis umat beragama yang bener-bener beragama harusnya nggak langsung menuduh yang enggak-enggak, tapi kalo misalnya udah jelas emang oknum tertentu yang menyebabkan kejadian itu, barulah kita boleh menuntut keadilan.

Don’t hate people by their religion background. Hate the BAD GUYS!! karena sesungguhnya agama itu indah dan mengajarkan kebaikan bukannya untuk membenci dan saling bermusuhan. Iya nggak sih? (Jempol)

TELAT REGISTRASI SBMPTN USN!!! dang it…but not really… well, it’s fine

Emang salah gue karena terlalu lalai akan waktu registrasi yang cuma 3 hari itu dan akhirnya gue jadi telat dan digugurkan dengan kejam (lebay) oleh USN (nama samaran).

Jadi, tanggal 9 Juli adalah pengumuman SBMPTN dan gue alhamdulillah gue diterima oleh universitas yang gue impikan sejak SMA. Universitas yang berhasil membangun namanya hingga besar seperti sekarang. Alhamdulillah-nya gue diterima prodi Ilmu Komunikasi.

gue nggak percaya gue yang goblok ini mampu diterima lewat jalur SBMPTN di USN. Like,” it can’t be true, it can’t be” gulung-gulung dilantai. Because I always see myself as a teflon slacker, dumb-ass lazybutt. But GOD let me went there and I CRIED AS HELL.

But then, perasaan gue masih berat. Karena sebelumnya, tanggal 14 Juni gue udah bayar 450 rb buat ikut ujian mandiri YUJIEM yang pengumumannya adalah tanggal 15 Juli. Gue jujur aja nggak rajin ubek-ubek website spmb USN karena gue mikirnya registrasi SBMPTN pasti dikasih waktu lama. Nah tanggal 14 gue baru buka, dan ternyata registrasi jalur SBMPTN USN udah ditutup.

OH MY GOD?? WHAT AM I GONNA DO???

Nah padahal beberapa hari sebelumnya gue udah ditanyain temen sekelas gue yang ketrima prodi yang sama kayak gue, “Eh, lo udah registrasi belum?”

Gue dengan santai mengabaikan pertanyaan itu selama beberapa jam karena gue lagi main Game Dev Story yang gue beli dari Play Store seharga 26 rb sekian sama pajak jadi hampir tiga puluh ribu. Nah setelah merasa terlalu lama mengabaikan akhirnya gue jawab “Belum, gue masih ragu, Jul”

“Kenapo?”

“Masih nunggu pengumuman UM”

“Eh cepetan lhoh!!”

“Emang terakhir kapan?” Sebagai seorang Professional Procrastinator, gue memang harus tau kapan tanggal terakhir suatu deadline. Karena, Hello~  I’m a Professional Procrastinator.

“Nggak tau” Jawab dia.

-Percakapan berhenti disitu dan gue lanjut main Game Dev-

Gue mengabaikan ‘CEPETAN LHOH’ nya Juli. Gue mengabaikan ‘CEPETAN’ Juli, cause i’m a professional procrastinator, gue selalu berpikir cepetan adalah waktu yang lama. And i end up late for the online registration. Dang it….

(jadi waktunya adalah tanggal 10-12, ditambah sampe tanggal 13 siang. Sorenya kemungkinan sudah ditutup karena pengumuman UM USN)

Dan setelahnya adalah waktu terberat dalam kehidupan gue. Karena saat itu gue yakin gue nggak bisa apa-apa lagi since i thought YUJIEM won’t accept me gitu… like, me? No, it can’t be. Dan dalam keadaan galau tak tau tujuan, gue bener-bener terpuruk nggak bisa senyum bahkan nggak berani liat wajah bapak gue atau siapapun. Gue lari ke gramedia since toko buku is like my HOME!! dan gue beli buku judulnya YA ALLAH TOLONG AKU karya A.K.

Kayak ketampar gitu waktu nemu buku itu, kayak, “Lik, saat ini yang bisa nolong elo emang cuma ALLAH SWT” dan akhirnya gue melangkah perlahan mendekati buku itu. Membolak-balik halamannya sekilas, membaca sinopsisnya. Berpikir, emang ini yang gue cari.

Sesampainya di rumah, gue mengunci diri di kamar, gue baca buku itu sambil nangis karena emang itulah yang gue rasain waktu itu, gue baca dan ngangguk mengiyakan sambil mewek. Dan gue mulai berpikir positif, mungkin Allah berpikir gue belum siap untuk kuliah tahun ini. Gue sadar diri aja gitu dengan tingkat kemalasan dan kemanjaan gue. Mungkin Allah melihat gue belum siap. Mungkin bangku gue di USN disiapkan Allah untuk seseorang yang lebih pantas ketimbang gue, dan gue udah ikhlas, nggak apa-apa, gue yakin orang itu pasti orang baik. DAN GUE YAKIN LAGI Allah pasti udah menyiapkan skenario terbaik buat gue. Tapi tetep aja pahit ditolak dengan kelalaian lo sendiri. Akhirnya gue curhat ke temen deket gue seperti yang disaranin sama buku itu. Alhamdulillah nya gue curhat dengan orang yang tepat, yaitu temen gue, LIA.

Gue awalnya sok alright gitu curhat sama dia di LINE, tapi ujung-ujungnya pas di telpon nangis bombay juga. Dia nyaranin gue sholat hajat. Dan dia bilang inshaallah dia sholat malem dan bakal doain gue. Akhirnya gue ikutin saran dia. Gue mengurung diri seperti pertapa dikamar gue selama beberapa jam sampe pengumuman UM YUJIEM. Gue mengoreksi tiap kesalahan gue dimasa lalu, dan bersujud minta ampun sama ALLAH SWT. Karena gue juga sombong, gue sombong banget lupa sama Tuhan pas udah seneng. Gue baca kitab Al-Quran karena emang hati seorang muslim bisa tenang setelah membacanya (TERBUKTI!!!)

Detik-detik pengumuman UM YUJIEM, alhamdulillah-nya gue udah ikhlas kalo misalnya harus kuliah tahun depan. Mulai jam tiga gue udah pantengin website YUJIEM, dan pengumumannya baru keluar sekitar jam 4-an. sempet traffic juga, tapi alhamdulillah-nya kebukak. Gue baca An-Nasyirah sambil ngetik nomor pendaftaran, tanggal lahir, dan captcha. Gue udah elus dada seandainya nggak keterima, gue udah siap lah intinya.

Scroll…scroll…scroll…

tulisannya kecil dan gue nggak yakin gue percaya dengan apa yang barusan gue baca…

gue nangis…

gue nggak percaya… hiks…hiks…hiks

gue calon MAHASISWA YUJIEM FELLOW READERS!!!

Alhamdulillah, Allah memang udah membuat skenario terbaik buat gue. Setelah ditolak Universitas impian gue, Allah malah memberikan gue hadiah berupa Universitas yang sebelumnya nggak pernah berani gue bayangin bakal kuliah disana.

Gue nangis sujud syukur, dan nggak bisa berhenti bersyukur sampe sekarang pas gue bagi cerita ini sama kalian semua.

Pesan dari cerita gue adalah, Ketika nggak ada orang lain buat bergantung atau meminta, ingatlah Allah karena sebenernya Ialah sang pemberi rejeki. Ia yang mengatur segala hal dalam hidupmu. Dan meski lo udah berusaha sekeras apapun jangan pernah lupa buat meminta pada Tuhan. Karena hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi sama hidup lo.

Ada lagi, Jangan jadi penunda, karena lo cuma bakal rugi doang.

Ada lagi, waktu lo tertimpa musibah, percaya deh itu bukan karena Tuhan benci atau nggak sayang sama lo. Tapi karena Tuhan sayang sama lo dan pengen lo jadi manusia yang lebih baik. I’m not saying i’m a better person now. But at least, i FEEL better with myself right now. Inget, saat lo tetap berprasangka baik sama Tuhan pas lo lagi kesusahan, niscaya Tuhan bakal memberi lo pahala yang teramat sangat banyak.

Ada lagi, jangan sombong, karena sombong cuma bakal merugikan diri lo sendiri.

Himrasaki!

24 Juli 2015

(postingan ini tidak bermaksud memojokkan/mencoreng nama/menjelek-jelekkan, seseorang, ras, suatu kelompok atau organisasi. Postingan ini hanya sebuah  buah pikir sederhana seorang gadis remaja yang tidak perlu dianggap serius, terimakasih)

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s