[Drabble] Kak

author: Ahnmr || Genre: What? || Cast: Aku -Song Yunhyeong (iKon), Kak -Kang Seulgi (red velvet) || Disclaimer: Originally written by me~ || Summary: a letter of a man to his ‘Noona’ from the orphanage

Sejatuh bangunnya, aku akan selalu jatuh cinta. Tidak Kak, aku bukan jalang yang jatuh cinta berkali-kali. Sekali saja, aku jatuh cinta. Hanya padamu satu dan tidak akan pernah berhenti.

Ingat tidak kau pernah bilang padaku kalau kau benci terjatuh. Letak beda kita disitu, kau benci jatuh, aku tidak masalah jatuh berkali-kali. Asal kau selalu disana, Kak. Tergopoh-gopoh membawa kotak P3K untukku. Meniup lukaku dengan janji bahwa lukanya akan cepat sembuh. Aku percaya padamu, Kak.

Ingat tidak kau pernah bilang padaku kalau perpisahan adalah pertemuan yang lain. Satu hal aku tidak percaya kak, pertemuan lain itu. Kau berjanji akan selalu kembali. Tapi tidak. Kau hilang bersama dedaunan musim gugur yang jatuh didepan beranda ‘rumah’. Hari itu Kak, namamu hilang bersama mobil  yang membawamu pergi ke kota.

Ingat tidak kau pernah mengirim surat pada kami, dan padaku. Kau bilang, Kak, aku paling tua. Aku yang harus gantikan kau dan sejujurnya, Kak. Aku tak mampu. Aku itu cuma anak laki-laki. Tahunya hanya main saja. Kau yang perempuan, kau tahu harus masak apa hari ini, apa makanan kesukaan adik yang lain. Tapi pada semua ketidakmampuanku itu, Kak. Kau tulis kau percaya padaku. Kak, karenanya, aku percaya pada aku.

Ingat tidak kau pernah melihatku di ujung jalan. Kak, aku ingat paras cantikmu yang selalu kukagumi tiap milinya. Tak! Semomen aku melihatmu aku langsung tahu, itu kau, Kak. Tanganmu melambai ke jalanan, merayu sopir taksi agar mendekat. Namun taksi selalu penuh dari arah stasiun. Sumpah aku ingin mendekatimu, menyapamu, namun apalah aku, Kak. Pekerja serabutan dengan dua belas adik yang harus diberi makan dan disekolahkan. Aku malu berjalan dengan pakaian yang sama sekali tak kelas denganmu. Dan mata indahmu yang berkaca-kaca itu melihatku, tapi nampaknya kau tak sadar, atau tak mau tahu, aku tidak bisa menebak. Kak, aku harap kau tidak sadar saja.

Kak, aku mau bilang padamu. Sebut saja aku masokis, karena aku suka terjatuh. Tapi, Kak. Aku hanya suka terjatuh untukmu.

Kak, aku mau bilang padamu. Namamu boleh hilang,  namun kau tak boleh hilang. Karena kau, Kak. Kami selalu percaya pada diri kami. Dan aku percaya kau, Kak. Kau tak akan pernah pergi.

Kak, aku mau bilang padamu. Aku tahu kau tahu aku  berdiri  disana menatapmu dengan sorot mata memujaku, karena kau pantas dipuja hati pria manapun. Dan aku pun tahu kau tahu itu aku.

Sebangkit-bangkitnya, aku akan selalu jatuh. Kak, kau tahu kau yang membuatku jatuh.

–050715–

so, this is a random thought of mine when i listen to a song. And then i read a fanfic about children and then i wrote this. And this is not even  about children. Okay, what am i talking about?

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s