[Fic] Dashi Hada – Ch. 1 I Was Dead, Right?

DASHIHADA

Author: Ahnmr || Cast: Kim Jiwon – Bobby Kim (iKon), Kim Taehyung V (BTS) as Ryu| Genre: Highschool life, Friendship, Romance, Supernatural || PG-15 ||

Summary: Adult Kim Jiwon’s life is a mess, he never wish to change it, he just simply wants to die, but somehow he didn’t have another choice

Kim Jiwon menatap langit-langit kamar dengan sendu. Nampak kerutan didahinya, menoreh rasa lelah yang dipikulnya selama bertahun-tahun sendirian. Ia menarik napas dalam-dalam, menarik partikel-partikel kehidupan dari udara, namun disaat yang bersamaan juga menghirup partikel kematian ke dalam tubuhnya. Senyum mengembang diwajahnya bebarengan dengan air mata yang pelan-pelan mulai membasahi pipinya, semuanya akan berakhir disini, pikirnya.

Seandainya waktu itu aku berusaha lebih keras, seandainya aku lebih peduli, seandainya aku bisa mengubah keputusan yang telah kupilih, aku tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini.

Semua penyesalan itu membuat hatinya terasa semakin ngilu.

Diatas tempat tidur itu ia memejamkan matanya. Membiarkan rasa sakit didalam tubuhnya menjadi satu bersama kenangan-kenangan yang berlarian dikepalanya. Seperti minyak dan api, membakar dirinya pelan-pelan dari dalam. Ia tidak akan menyesal, ia meyakinkan dirinya. Ini adalah yang terbaik bagi semuanya.

Ia tersenyum kecil, ironis bagaimana ia memikirkan nasib semua orang hanya ketika nyawanya sudah berada diujung tanduk. Seandainya ia menyadarinya lebih cepat, ia tak akan berakhir menyedihkan seperti ini.

“Jangan pernah menginjakkan kakimu disini lagi!”

“Anda bahkan lebih menjijikkan dari sampah,Pak”

“Aku selalu berpikir kau berbeda, tapi aku salah”

Maaf. Ia menyadari betapa terlambatnya ia untuk mengucapkan kata itu. Segalanya telah berakhir baginya.

Pelan-pelan detak jantungnya melemah, otot-otot ditubuhnya mulai melemas pada titik dimana ia tak lagi memiliki kuasa. Beginikah rasanya mati? Ia bertanya pada dirinya sendiri saat rasanya kepalanya tak lagi berfungsi. Kenangan-kenangan yang tadinya berlarian secepat kilat dikepalanya bergerak semakin lamban, dan hal terakhir yang muncul dikepalanya sebelum semuanya menjadi gelap adalah jalur pedestrian menuju rumahnya, disebuah hari yang cerah dimusim semi.

“Halo!!” Adalah kata pertama yang ia dengar setelah cahaya yang sangat terang menabrak dan membutakan matanya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha untuk mengembalikan fungsi penglihatannya. Ia tidak mati? Tanyanya, ia mengerjap-ngerjapkan matanya sekali lagi dan melihat ke sekeliling. Ia masih berada dikamar apartemennya. Segalanya yang ada diruangan itu masih sama seperti terakhir kali melihatnya. Ia pun menoleh kearah jendela kamarnya yang lebar, cahaya matahari mengintip dari balik tirai tipis berpayet, membuatnya berpikir, aku tidak mati?

“Oi!”

Ia menengok kesana kemari mencari suara itu, namun tak kunjung ia temukan sang pemilik suara. Butuh beberapa waktu hingga akhirnya ia menyadari keberadaan sesosok makhluk merah jambu aneh berbentuk bantal bersayap yang mengambang hanya beberapa meter didepannya “WAAAA!!!!” Jiwon berteriak kaget.

Makhluk bantal itu tidak terlihat senang. Wajahnya yang tadinya dihiasi senyuman ramah kini digantikan dengan bibir cemberut dan sorot mata kesal, “Kurasa aku berusaha terlalu keras untuk tidak tampil mengerikan” Ujarnya dengan suara melengking. Makhluk itu kemudian berputar tiga kali dan tiba-tiba saja wujudnya berubah menjadi sesosok pria tampan berambut merah jambu dengan gaya baju ala-ala desainer yang membuat Kim Jiwon hanya bisa terbengong-bengong saat melihatnya.

“Ah, menghabiskan banyak energi” Kata makhluk itu sambil menyisir poni rambut merah jambunya keatas.

“Maaf,” Kata Jiwon menginterupsi. Diliputi rasa takut dan penasaran ia mendekatkan wajahnya pada makhluk itu, “Jadi anda ini sebenarnya makhluk apa?” Tanyanya berusaha terdengar sopan.

Pria berambut merah jambu itu mengangkat kedua tangannya ke udara dan menunjuk kearah pria didepannya dengan kedua jari telunjuknya. Ia mengedipkan matanya dan tersenyum. “Namaku, Ryu! Dan aku adalah malaikat penjaga gerbang dunia” Lalu ia berputar seperti penari balet dan berkedip lagi kearah Jiwon.

“Maaf?” Jiwon mengernyitkan keningnya bingung.

“Dan jika aku tidak salah –yang tidak mungkin. Kau adalah Kim Jiwon, Pria,  Umur 27 Tahun, Lahir di…”

Jiwon mengangguk-angguk sambil mengelus-elus pipinya dengan ibu jari dan telunjuknya. “Yeah, saya mengerti, saya sudah mati bukan?” Jiwon bertanya sambil  menengadahkan wajahnya kearah Ryu.

Ryu mengambil kacamatanya dari saku kemeja noraknya dan memakainya, yang membuat Jiwon sedikit bertanya-tanya kenapa bahkan malaikat memerlukan kacamata. Ryu memetik jarinya dan seketika, sebuah iPad muncul diatas tangannya. Malaikat itu melihat laporan didalam iPadnya dan bergantian melihat layar lalu menoleh pada Jiwon beberapa kali.  “Ini aneh, tapi kau tidak mati” Ujarnya sambil memastikan lagi laporan yang tercantum di dalam iPad-nya. “Sepertinya ada yang salah” Kata Ryu. Lalu ia mengetik sesuatu pada iPadnya. Namun laporan yang sama tetap muncul. Setelah tiga kali mencoba untuk mendapatkan informasi yang benar, dan Jiwon yang tidak tahu apa-apa hanya duduk diatas tempat tidurnya sambil bersenandung. Akhirnya Ryu sampai pada kesimpulan bahwa, “Kau benar-benar tidak mati, Kim Jiwon”

“Apa saya semacam koma?”

Ryu menatap Jiwon penuh pertanyaan dan mengangkat kedua alisnya setelahnya. “Tidak, kau hanya tidak mati.” Jawab Ryu. Lalu tiba-tiba saja Ryu sudah berpindah ke kursi kerja Jiwon dan bermain-main dengan pena mahal favorit Jiwon. Jiwon sebenarnya ingin berteriak pada malaikat itu untuk tidak menyentuh-nyentuh barangnya sembarangan. Namun bukan itu yang penting sekarang, “Apa yang terjadi padaku?” Tanya Jiwon menghilangkan semua tata krama yang telah ia bangun sejak awal.

Malaikat itu mengembalikan pena Jiwon pada tempatnya dan melirik kearah pria berambut cepak itu. “Aku tidak bisa mengatakan secara detil kenapa kau berada disini karena…” Jiwon menantikan kata-kata Ryu yang menggantung dengan penuh antisipasi. Ia telah menyiapkan berita terburuk seperti, ‘kau akan terjebak ditempat ini selamanya karena kau tidak pantas menginjakkan kaki diakhirat’ atau ‘kau hanya menunggu waktu untuk akhirnya mati dan membusuk di neraka’ namun kemungkinan terburuk yang beresiko membuat Jiwon mati dua kali itu disambut dengan jawaban,“Tentu saja karena aku tidak mau buang-buang waktu”

Jiwon memutar bola matanya sambil mengumpat, sialan di dalam hati.

“Baiklah Kim Jiwon, nampaknya para dewa sangat menyayangimu entah kenapa” Ujar Ryu sambil tersenyum kearah Jiwon. “Mereka ingin memberimu kesempatan kedua untuk hidup”

“Apa?” Kata Jiwon. Lalu ia mengingat semua masalah yang datang kepadanya seperti longsoran salju yang tak bisa dibersihkan. Ia tidak siap menghadapi itu semua. Itulah kenapa ia lebih memilih untuk mati, agar ia bisa lari dari semua itu. Ia tidak ingin kembali ke dunia kejam yang ia tinggali. “Tidak, aku tidak mau” Jiwon menegaskan.

Well, ini sesuatu yang tidak bisa ditolak.” Ryu melihat kearah iPadnya, membaca lagi pesan dari para Dewa.

Pria berambut hitam cepak itu melirik kearah Ryu setelah berpikir selama sesaat tentang hidupnya. “Aku sangat ingin berterimakasih pada para dewa karena telah memberiku kesempatan kedua, tapi aku lebih memilih mati saja, kawan” Ia tetap bersikeras.

“Tapi karena ini tidak bisa ditolak, kau tidak punya pilihan selain menerimanya, Kim Jiwon” Kata Ryu setengah kesal. Manusia ini benar-benar tidak tahu diuntung, ucapnya dalam hati.

Jiwon menarik napas… tunggu, ia masih bernapas. “Hidupku berantakan kau mengerti? Dan kurasa alasanku untuk mati sudah cukup kuat. Aku tidak ingin kembali ke sana lagi, hidupku hanya akan membuat orang lain sulit. Kau mengerti itu?”

Tiba-tiba Ryu sudah duduk disamping tempat tidurnya, yang membuat Jiwon sedikit kaget dan tersentak ke samping. “Tidak, aku tidak mengerti, kan aku tidak pernah jadi manusia” Ujar Ryu, sibuk bermain game dengan iPadnya. Jiwon kemudian menjelaskan segudang alasan tentang kenapa kematiannya adalah yang terbaik baginya dan semua orang, tentang bagaimana kematiannya sangat diinginkan semua musuh-musuh bisnisnya, dan tentu saja alasan egois kenapa ia ingin lari dari semua itu. Sayangnya malaikat itu tidak mendengarkan. Setelah Jiwon selesai dengan segudang alasannya tiba-tiba saja Ryu menoleh kearah Jiwon dengan ekspresi serius. “Lakukan hal yang benar, tidakkah itu mudah, manusia?”

“Benar itu relatif, kawan. Apa maksudmu?” Kata Jiwon dengan ekspresi bingung kearah Ryu. Dan ia mulai meruntut lagi semua alasan kenapa ia harus mati.

Lelah mendengar ocehan pria dihadapannya, malaikat itu melambaikan tangannya didepan wajah pria itu. Membisikkan kata “tidurlah” dan Jiwon terjatuh dalam tidur yang terasa sangat panjang.

–well…–

tumblr_ng5fliJ12H1tj5d7qo1_500

Name: Ryu Deveraux / Ryu Taeyong (Alias)

Class: (In Development)

Born: Heaven. Date Unknown

Height: Average

Blood Type: Angel Type

Club: (In Development)

Hobby: Reading Manga or playing games

Favorite Things: Cellphone or Tablet

Ideal Type: (Wait, I can’t let myself taste humanity)

Jadi setelah sekian lama menghiraukan blog ini, i came up with this random story. Kalo ada yang tanya kok kayak ReLife?? Well, I kind of terinpirasi oleh ReLife.

Thanks to Taehyung and Bobby who make this fanfic happen. I’ll figure out how the next chapter will turned out. New characters will be added as the story developed. I guess i’ll let out the girls for the next chapter but i’m not sure.

Me, myself think that this chapter is somehow boring. Maybe because it is too short or i don’t get the story while reading it. But i hope people will still having fun reading it, because i’m having fun writing it. I don’t know. bye

btw, thanks for read, I really glad you read this. It’s more than anything. Thank you thank you

Kalo ada banyak salah, maapin yak!!

ahnmr, Himrasaki~~

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s