[KF] Merajuk.

titik

Merajuk.

author: am|| cast: Lee Minhyung/Mark Lee (NCT), Kim Doyeon (IOI/Fantagio) || lenght: short || Disclaimer: saya buat fanficnya, Tuhan yang bikin orangnya.

Minhyung baru saja mengunci pintu loker ketika mendengar suara decitan sepatu dari arah lapangan basket. Jantungnya berdegup kencang, bulu kuduknya berdiri, cepat-cepat ia mengambil tasnya dan berlari keluar dari ruang ganti sebelum apapun yang ada dikepalanya sekarang berubah menjadi kenyataan.

Begitu ia keluar dari ruang ganti dan sampai di lapangan, “Ya! Minhyung-ah!” teriak seseorang. Laki-laki canggung itu pun akhirnya bisa bernapas lega. Setidaknya ia berhadapan dengan wajah kusut dan bibir cemberut Kim Doyeon dan bukannya hantu wanita yang kabarnya sering bersliweran di sekitar gimnasium.

“Ngapain kau sampai sini?” Tanya Minhyung, masih berusaha mengatur napasnya.

Kening gadis itu semakin mengkerut, ia berjalan jauh ke tempat ini dan laki-laki itu justru melemparkan pertanyaan dingin padanya, ia merasa tidak dihargai. “Ya!!! Aku menunggu di gerbang lebih dari satu jam!!!! Satu jam!!!” Tegas gadis itu sambil menunjuk jam tangan kulit marun yang melingkar dengan cantik ditangan kirinya.

Kedua sudut bibir Minhyung terangkat. Tangannya ingin meraih wajah gadis itu dan membelainya, ia ingin mengusap pipi lembut gadis itu dan mengatakan betapa manis sikapnya, betapa cantiknya ia sore itu meski wajahnya telah kusam dimakan hari, namun suara benda berklontangan dari ruang ganti menghancurkan semua niatnya. “Kurasa kita harus segera pergi dari sini,” Kata Minhyung. Gadis berambut hitam-lurus itu melihat kearahnya dengan mata lebar dan ekspresi bingung. “Ada apa?”

Minhyung menggeleng, “Pokoknya pergi dari sini saja” Ia mencoba terdengar tenang, namun bagaimanapun juga gadis itu bisa mengenali rasa tidak aman dalam diri Minhyung. Minhyung pun menarik tangan Doyeon dan bergegas keluar dari stadium.

 

“Memangnya ada apa?” Tanya gadis itu sekeluarnya mereka dari gimnasium. Minhyung melirik kearah gadis itu dan menggeleng. “Nanti saja, oke?” Minhyung tersenyum meringis.

Lalu tiba-tiba saja gadis itu melepaskan genggaman tangan Minhyung. “Ya! Aku masih marah padamu!”

Dengan bibir cemberut gadis itu langsung memberi jarak diantara dirinya dan Minhyung. Ia berjalan sekitar tiga langkah lebih jauh dari laki-laki itu dan menyilangkan tangannya didepan dada. Sambil membenarkan posisi tas dibahunya Minhyung memutar bola matanya dan menarik napas panjang. “Kenapa lagi?” Minhyung berlari mendekat kearahnya, mencoba meraih tangan gadis itu. “Ya, Kau pasti bercanda” Ujarnya ketika Doyeon terus menghindar.

Doyeon melihat kearah Minhyung tidak percaya. Belum ada tiga menit, perlu ia tegaskan lagi, tiga menit, dan laki-laki itu sudah menganggap bahwa tidak ada yang salah diantara mereka. Doyeon menunggu selama satu jam, dan selama satu jam itu ia harus menghabiskan waktu dengan canggung bersama pak Satpam. Untung saja ada pak Satpam sore itu. Bagaimana jika tidak? Minhyung tidak pernah berpikir apa, jika gadis yang sedang berdiri disebelahnya ini memiliki potensi untuk diculik oleh orang tidak dikenal yang diam-diam terobsesi dengannya. Tentu saja, batin Doyeon. Minhyung pasti tidak pernah berpikir sampai situ, Minhyung tidak pernah menganggapnya cantik. Doyeon memutar bola matanya.

Minhyung menarik napas panjang dan tidak melepaskan sedikitpun perhatiannya dari gadis itu. “Maaf, seharusnya aku memberitahumu tadi” Ia pun menyerah pada egonya.

Taesso!” Doyeon melambaikan tangannya sok royal kearah Minhyung. Minhyung menggigit bibirnya dan berbicara di dalam hati, lihat, dia mulai bersikap seperti ratu lagi. Minhyung pun berinisiatif menarik perhatiannya dengan cara lain. “Kau tahu, Kyulkyung Noona membantuku dengan PR matematikaku kemarin”

Doyeon berusaha bersikap acuh, namun matanya tak bisa berbohong. Ia langsung bergidik kearah Minhyung penuh dengan kobaran api hitam dimatanya begitu nama itu disebut. Diantara semua gadis yang ada disekitar Minhyung, hanya Kyulkyung yang membuatnya selalu merasa tidak aman. Ia tahu Minhyung dan Kyulkung dekat, mereka tetangga sejak kecil dan orangtua mereka berteman. Bahkan menurut Doyeon, dari segala aspek, seniornya di klub geografi itu bisa dikatakan hampir sempurna, dan fakta itu saja sudah lebih dari cukup. Sikapnya yang baik dan sangat penyayang membuat Doyeon semakin tertekan dan merasa seperti perempuan yang kurang berkualitas. Tapi mengajari Minhyung matematika, tidak, tidak, tidak, matematika adalah miliknya dan Minhyung. Tidak boleh ada orang lain yang merebut posisi itu darinya.

Di sisi lain Minhyung justru berteriak kegirangan di dalam hati karena berhasil membuat gadis itu mendengarnya. “Hei, aku tidak serius kok, jangan marah, oke?” Minhyung mengangkat kedua alisnya sedangkan Doyeon hanya melihat kearahnya dengan sorot mata penuh arti yang tak bisa diinterpretasikan dengan mudah. “Maaf” Kata Minhyung. “Tadi aku benar-benar tidak tahu jika akan ada alumni yang datang berkunjung, semuanya serba mendadak, dan ya karena mereka datang latihannya jadi lebih panjang daripada biasanya”

Doyeon hanya diam, melihat kedua mata Minhyung, lalu menarik napas, seolah-olah ia telah lelah dengan emosinya yang terus dipermainkan. “Jangan buat aku cemburu seperti itu lagi, basi tahu” Cibir Doyeon.

“Awwwhh” Minhyung menyenggol bahu Doyeon dan terkekeh. Doyeon pura-pura membuang muka, berusaha keras untuk menyembunyikan senyumnya. Tapi karena Minhyung terus menyenggol bahunya dan mengejek Doyeon dengan membeo kalimat yang barusan ia katakan, Doyeon tak bisa menahan diri untuk ikut tertawa bersama Minhyung.

Setelah Minhyung merasa suasananya telah cair, ia melihat kearah Doyeon. “Kau mau kue ikan? Aku lapar” Ujar Minhyung.

Doyeon mengangguk, “Kue ikan? boleh juga, aku mau es krim juga”

“Es krim, Cek!” Minhyung mengiyakan.

Doyeon melirik kearah Minhyung dan tersenyum jahil, “yang sampai halte bus duluan dapat traktiran gratis” Minhyung mengernyitkan keningnya kearah Doyeon. Gadis itu sudah lari duluan, dengan kakinya yang panjang mudah baginya untuk berlari kencang, dan tiba-tiba saja gadis itu sudah hampir mencapai gerbang. Minhyung menggelengkan kepalanya, “Sialan” gumamnya sambil tersenyum pasrah.

YAAA!! KAU CURANG!!” Teriak Minhyung sambil berlari menyusulnya.

 

-end-

[meseji]

Ya Tuhan, ini begitu menjijikkan sampai Uli pengen menangis dan mengeluarkan air mata rasa ayam bawang.

Jadi beginilah, kawan-kawan, fic ini memang terdengar maksa dan sebagainya. Couple-nya juga terlampau random. Tapi aku tidak merasa berdosa sih. Habisnya Markeu sangat cute, dan Doyeon membuatku merasa seperti fans SNSD lagi. Jika kalian tidak setuju, IDGAF. Aku juga nggak nge-ship mereka sih hahaha, they just happen to be cute.

btw, Thanks for read, and please forgive any typos and any other writing error, i’m still learning like you all. Peace out! XOXO! Himrasaki!

tumblr_o5r434Pv5Q1tbj294o2_400

ahnmr

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

4 thoughts on “[KF] Merajuk.”

  1. haiii bagus deh ceritanyaa ♡♡new reader nih hehe . susah dah nyari ff doyeon . ditunggu ya thor ff doyeon yang lainn . kalo bole saran sma seventeen . kmren abis mimpi doyeon sma mingyu wonwoo hoshi scoups jadi baper dah wkwk semangat ya thor

    1. hehehehe terimakasih, insyaallah ya sis. tapi aku kurang bgtu suka dengan seventeen krn aku tidak mengenal mereka. tapi aku suka vernon krn dia sangat pede sampai pada titik dmn dia tdk punya malu hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s