[KF] Tidak.

Untitled-1

 

author: am|| cast: Park Junghyeon/Siyeon (Pledis), Kim Donghyuk/Haechan (NCT) || lenght: short || Disclaimer: saya buat fanficnya, Tuhan yang bikin orangnya.

(so, i decided to make ‘Titik’ sebuah seri ficlet remaja. You can see by seeing a dot on the title. titik pada judul bukanlah sebuah cacat maupun kecacatan pengetahuan saya, hanya sebuah pembeda)

Tiga, tidak, Empat kali Siyeon berbohong pada kawan-kawannya, berkata kalau ia tidak pernah jatuh cinta. Siang itu, diantara sisa waktu makan siang dan periode keempat ia berkata lagi di depan kawan-kawan perempuannya kali ini ditambah dengan seloroh perkara ia tidak akan mengencani satu cowok pun di sekolahnya.

Diam-diam seorang anak laki-laki dari kelas 2-A mendengarnya dan menyebarkannya ke seluruh penjuru sekolah. Tidak hanya anak laki-laki, anak-anak perempuan pun turut heboh membicarakan hal itu. Pasalnya, Park Siyeon adalah gadis paling populer diantara anak kelas 2. Tidak sedikit laki-laki yang mengantri jadi pacar Siyeon. Dari anak kelas 1 paling canggung hingga kakak senior paling menawan di sekolah. Semuanya jatuh cinta dengan pribadi dan paras gadis itu. Mendengar kabar itu, pupus sudah harapan mereka yang tengah mendekati Park Siyeon.

 

Suatu hari kabar itu terdengar hingga ke telinga ketua OSIS, Kim Donghyuk. “Masa?” Tanyanya pada Sekretaris OSIS Hwang Renjun. “Sumpah! Si Anak kelas F itu mendengarnya, ia pun juga bersumpah ” Renjun berkata dengan mata melotot hampir keluar. Donghyuk mengangguk mendengar perkataan sahabat dekatnya itu dan tersenyum geli.

“Terdengar seperti omong kosong” Kata Donghyuk sambil menutup jurnal hariannya.

“Hah?”

“Hah?”

Renjun mengernyitkan keningnya. “Kau… apa kau?” Donghyuk bangkit dari kursinya sebelum Renjun mampu menyelesaikan kalimatnya. “Apa?”

“Apa kau kebetulan korban Park Siyeon juga?”

“Tentu saja…” Donghyuk menepuk pundak Renjun yang menatapnya kaget. Ketua OSIS yang sedikit nyentrik itu tersenyum di sudut kirinya “…bukan” Ia mengedip kearah Renjun dan keluar dari ruang OSIS.

Cuaca dingin di luar ruangan membuat badan Donghyuk gemetaran. Ia memasukkan tangannya ke saku jaket dan melirik kearah putri sahabat ayahnya, Park Siyeon. Gadis itu memiliki rambut panjang hitam lurus bak putri-putri zaman Joseon. Di cuaca yang dingin seperti itu, bukannya semakin pucat, bibir mungilnya malah semakin merah seperti barusan dicemplungkan ke fanta merah. Donghyuk diam-diam mengagumi merah bibir itu, juga rona di pipi Siyeon yang tidak pernah tampak semanis itu sebelumnya.

“Jadi benar?” Ujar Donghyuk terlepas dari diamnya.

“Apa?” Tanya Siyeon sambil melepas sebelah earphone-nya. Donghyuk mengedikkan bahunya. “Kudengar kau baru saja membuat patah hati puluhan penggemarmu di sekolah”

Siyeon mengangkat sebelah alisnya. “Benarkah? Kenapa?” Tanyanya seperti ia tidak pernah memberikan pernyataan kontroversial. “Ah, kurasa aku benar” Donghyuk mengiyakan pikirannya sendiri.

“Aku tidak mengerti” Siyeon melepaskan semua earphone-nya. “Apa maksudmu?”

Donghyuk melihat lurus ke depan dan terkekeh geli. “Lihat” Kata Donghyuk. Siyeon melihat ke tempat Donghyuk melihat. Berdiri seorang anak laki-laki tampan berseragam SMA-nya. Laki-laki itu berpostur tinggi dan berpenampilan rapi. Kepalanya tertunduk ke bawah, kepercayaan diri tak nampak pada laki-laki itu, seolah-olah harapannya telah pupus. “Kau tahu siapa itu?”

“Senior Lee”

“Aku sih tidak tahu,” Donghyuk melihat kearah Siyeon dan tersenyum miring. “Tapi dia tampak depresi.”

“Eh?”

Donghyuk mengedikkan bahunya, lalu tersenyum jahil lagi. “Jika ada apa-apa panggil aku, Oke?” Laki-laki itu berlari meninggalkan Siyeon dan menghilang di balik pagar rumahnya.

Siyeon menatap pagar rumah Donghyuk dan Senior Lee bergantian. Gadis bermata cerah itu menarik napas panjang-panjang dan melepaskannya keras. Apa yang dia bicarakan padaku tadi? Tanyanya dalam hati.

Kenapa kau tidak bisa menyukaiku?

Pertanyaan itu dilayangkan pada Park Siyeon hampir seharian ini dari lima laki-laki berbeda. Siyeon pun memutuskan untuk mematikan ponselnya dan mengistirahatkan pikirannya ke perpustakaan. Setibanya disana bukannya mendapat ketenangan pikiran. Ia malah disuguhi pemandangan menyebalkan. Ia langsung keluar dari perpustakaan dan mengasingkan diri ke kamar mandi. Di cucinya wajahnya pelan-pelan, lalu ia pandangi dirinya sendiri di kaca. “Kenapa kau tidak bisa menyukaiku?” Siyeon mengulangi pertanyaan itu hingga tiga kali lalu mencuci wajahnya lagi. “Apakah aku tidak semenarik itu?” Siyeon memejamkan matanya lalu mengembuskan napas kesal. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan memaksakan senyum diwajahnya ketika melihat refleksi dirinya. “Tidak, aku tidak bisa seperti ini” Ia pun berlalu ke kelas.

Siyeon  keluar dari trek lari dan berjalan ke tempat tasnya yang ia letakkan dikursi tribun paling depan. Disana, duduk seorang laki-laki dengan senyum mengganggu yang membuat Siyeon sering menyesal hidup disekitarnya selama 16 tahun. Laki-laki itu tersenyum dan melambai-lambaikan botol air minumnya padanya. Sesampainya disana Siyeon menyambar botol air minumnya kasar dan menenggak airnya hingga habis separuh.

“Wow, kau ngeri juga” Komentar laki-laki itu. “Tidak biasanya kau menghabiskan waktu di bawah terik matahari” Sergah Siyeon sambil menutup botol minumnya. Laki-laki itu mengernyitkan keningnya sekilas, lalu tersenyum lagi. “Hanya ingin berbicara sebentar” Katanya sembari menepuk tempat disebelahnya, memberi isyarat pada gadis cantik itu untuk duduk.

“Apa yang terjadi dengan Senior Lee kemarin?”

“Aku menyuruhnya pulang karena aku bingung, dan dia tidak depresi Tuan-Sok-Tahu.”

“Ah, tentu saja tidak” Laki-laki itu tersenyum miring pada Siyeon. “Tapi begini lho, Siyeonie. Dari sebegitu banyak laki-laki yang menagih simpati padamu masa kau tidak ada yang suka? Aku mulai bertanya-tanya apa alasan yang membuatmu menolak sebegitu banyak manusia tak berdosa. Aku penasaran deh”

Siyeon menatap Donghyuk dengan ekspresi berlipat-lipat. Namun lelaki bebal itu tetap bicara banyak, “Kau cantik, mempunyai banyak teman, aktif di kelas, kau cukup baik dalam olahraga…”

“Lalu kenapa?” Siyeon memotong kalimat Donghyuk. Laki-laki itu langsung terdiam mendengar kemarahan dalam pertanyaan gadis yang sejak kecil terkenal tenang itu. Kedua alisnya terangkat, ekspresi terkejut terlukis diwajahnya ketika kemarahan Siyeon berubah menjadi air mata yang bercucuran. “Apa gunanya baik dalam olahraga, baik di kelas, punya banyak teman…” Ia sesenggukan. “… dan cantik jika aku tidak menarik untuk orang yang kusukai” Siyeon melempar handuk kecil yang melingkar dibahunya pada Donghyuk. “Benar! Aku menyukaimu! Menyedihkan bukan?”

Gadis itu pergi meninggalkan Donghyuk dalam ketertegunan.

Lima kali Park Siyeon berbohong pada kawan-kawannya, berkata kalau ia tidak pernah jatuh cinta. Enam kali saat ia bertemu mata dengan laki-laki itu, kala ia berjalan bersama seorang gadis berambut coklat tua dengan jari-jari tangan yang bertautan.

-end-

[Meseji]

Jadi karena aku begitu menyukai crackship, jadi…jadi… jadilah fanfic ini LOL. Kupersembahkan istimewa untuk kakak tingkat ku (sahabat NCT-ku yang kedua) kakak Sherin yang tercinta. Aku buatkan fanfic Haechan ini meski aku tahu kamu juga tak akan membacanya, cause who the fuck in her right mind want to read a fanfic when you got 5 book report to be done in a month.Semangat btw.

Kenapa Haechan dan Siyeon? Karena aku suka Siyeon sejak Produce 101 i thought she gonna make it but… no. It’s so sad , i know. Can’t wait to see her debut next year. Tentang Haechan, karena kupikir pribadinya menarik dan ia cukup rupawan buatku, so, voila a SiChan fanfic. Aku tidak tahu mereka punya hubungan apapun, it’s just a crackship anyway. But i thought they’re in the same school, SOPA? No? Well…

So earlier i made a DoMark fanfic, i’ve been thinking about making this kumpulan ficlet [KF] for awhile, dan aku memutuskan untuk menamainya Seri Titik. karena jadwalku yang sibuk, juga karena kekuatanku sebagai manusia terbatas, aku memutuskan untuk meng-update seri ini ketika aku mampu saja. Dengan cast berbeda dan universe yang berbeda. Aku belum tahu mau aku apakan, intinya yang menjadi benang merah dalam seri ini adalah overall semuanya cerita remaja dan segala problematikanya. Genre-nya bisa jadi bervariasi, dari romansa (yang kurasa sangat meta) komedi, psikologis, aksi, fantasi, atau horror/thriller. Hmm, aku ingin menantang diriku dengan genre yang tidak pernah kucoba sebelumnya.

Kenapa masih fanfic? Kenapa nggak bikin cerpen? Karena semuanya sama-sama media bercerita kan?

Anyway, thanks for your attention. I love you so much. Gotta go back. Bye!

HIMRASAKI

14183686_1179912842065303_3539375185815706419_n

Advertisements

Published by

am

Currently studying in college, never stop imagining though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s